Pertumbuhan Koperasi Butuh Sebuah Proses

oleh
Acara peningkatan kapasitas pengelola koperasi sekolah. Foto: Istimewa.

KILASJATIM.COM, Probolinggo –  Koperasi tidak bisa tumbuh secara tiba-tiba, tetapi butuh sebuah proses. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto melalui Kasi Penyuluhan dan SDM, Josef Teguh Sulaksono dalam peningkatan kapasitas pengelola koperasi sekolah.

“Saat ini prosesnya kita awali dari adik-adik SMA dan SMK yang tahun 2018 kemarin sudah mendapatkan pembinaan. Ini merupakan tindak lanjut dari pembinaan yang sudah kami lakukan tahun 2018 kemarin,” katanya.

Menurut Josef, harapan yang ini dicapai dari kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa-jiwa koperasi di kalangan generasi sejak dini. Dalam artian, kalau sejak dini ada pemikiran tentang koperasi dan ditindaklanjuti dengan branding koperasi sekolah bagi yang belum terbentuk, paling tidak sekolah bisa menjadi pioneer untuk di Kabupaten Probolinggo tentang koperasi sekolah atau koperasi siswa.

BACA JUGA: Pameran Koperasi dan UMKM 2019 di Grand City Targetkan Transaksi Rp 6 Miliar

“Seorang pemimpin itu banyak tumbuh dari orang organisatoris. Sehingga harapan kita adik-adik ini nanti setelah belajar organisasi koperasi bisa menjadi virus tentang koperasi. Mempunyai pengetahuan dan bisa dibawa pulang sehingga masyarakat sadar untuk berkoperasi,” jelasnya.

Josef menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru dan siswa/siswi SMA/SMK di dalam pendirian koperasi siswa di sekolahnya masing-masing. Sementara ini yang muncul baru SMKN 1 Kraksaan dengan Krida Siswa.

“Ke depan, kami ingin semakin banyak koperasi sekolah. Hal ini seiring dengan re-branding Kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten koperasi tahun 2020 mendatang,” pungkasnya.

BACA JUGA: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Temu Usaha dan Bisnis Matching Koperasi

Agenda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dilaksanakan di aula Kantor Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Selasa 8 Oktober 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 28 orang peserta dari enam lembaga sekolah, meliputi SMKN 1 Sumberasih, SMKN 1 Dringu, SMAN 1 Dringu, SMKN 1 Gending, SMKN 1 Kraksaan dan SMAN 1 Kraksaan. Masing-masing diwakili oleh guru ekonomi atau Pembina koperasi dan siswa/siswinya.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang regenerasi pembangunan koperasi melalui koperasi sekolah oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo, Joko Rohani Sanjaya dan sukses story di dalam membina koperasi siswa Krida Siswa SMKN 1 Kraksaan oleh Samsul Ma’arif dari SMKN 1 Kraksaan. (*/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *