Peringati HAJI, Best Western Papilio Undang 30 Anak Jalanan

oleh

Surabaya, Kilasjatim: Best Western Papilio (BWP) Hotel kembali melakukan Corporate Social Responsibility yang berkaitan dengan jatuhnya tanggal 31 Januari sebagai Hari Anak Jalanan Internasional (HAJI), dengan mengundang 30 anak jalanan untuk bisa beraktivitas dan unjuk kebolehan mereka serta membuat hiasan art towel.

Menggandeng Sebung Community dan juga Save Street Child Surabaya (SSCS) yang memang bergerak di bidang sosial, 30 anak dari kawasan Tapak Siring diajak untuk melihat-lihat kamar. Tidak hanya berkeliling hotel, anak-anak tersebut.juga diajarkan untuk membuat hiasan art towel yang biasanya diletakkan oleh staf hotel di kamar-kamar VIP dengan bentuk-bentuk art towelnya adalah angsa, gajah dan kucing. Setelah demo oleh Housekeeping, anak-anak pun ditantang untuk berani mencoba membuat art towel tersebut untuk mendapatkan merchandise yang sudah disediakan.

Acara selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu oleh adik-adik yang sudah tidak sabar untuk menunjukkan keahliannya menari modern. Dengan iringan lagu-lagu kekinian macam Havana, Sayang, dan Jaran Goyang, mereka lincah untuk menari secara kompak. Empat (4) kelompok tari yang usianya beragam, mulai dari 4 – 15 tahun, masing-masing menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk menunjukkan suatu penampilan yang menarik. Acara kemudian ditutup dengan tukar kado yang sudah disediakan oleh rekan-rekan Sebung Community.

Intan Manullang, selaku Marcomm Manager dari Best Western Papilio Hotel, menyampaikan bahwa ini adalah salah satu cara untuk menimbulkan kepercayaan diri dari anak-anak jalanan yang mungkin dari pandangan umum, adalah mereka yang memiliki keterbatasan dalam berbagai fasilitas kehidupan mereka. “Pinter lho, adik-adik itu. Mereka bisa membuat koreografi yang keren, walaupun fasilitas yang mereka miliki masih terbatas. Ketika melihat mereka latihan, saya terharu karena saking inginnya mereka menampilkan yang terbaik, mereka rela untuk latihan di pinggir rel jalan Tapak Siring sehabis hujan reda. Biarpun becek-becekan dan mengandalkan music dari smartphone yang suaranya masih kalah dengan motor dan mobil yang lewat, itu tidak menyurutkan keinginan mereka untuk unjuk kebolehan. Saya harap acara ini memotivasi mereka menjadi pribadi yang percaya diri, dan bisa membuat mereka happy karena mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru”, Kata Intan, Minggu, 4/2/2018. (KJ5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *