Perhiasan Emas dan Angkutan Darat Sumbang Inflasi Juni 2019

oleh

 

Teguh Pramono Kepala BPS Jatim saat paparan di ruang kerjanya Senin (1/7/2019)

SURABAYA, kilasjatim.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan inflasi di Jatim pada lebaran Idul Fitri atau pada Juni 2019
sebesar 0,13 persen yang dipicu kenaikan harga pada komoditas perhiasan emas dan tarif angkutan darat (antar kita/provinsi dan kereta).

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, mengatakan seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kecenderungan masyarakat menginginkan tampilan yang berbeda dengan menggunakan emas perhiasan. Kondisi itu menimbulkan harga emas terkerek naik sekitar 3,28% dan menyebabkan kelompok sandang ini menyumbang inflasi 0,94%.

“Sedangkan pemicu lainnya didapatka dari angkutan antar kota seperti bus dan kereta api yang menyumbang inflasi 0,49% dengan perubahan tarif yang naik 9,15% karena di awal Juni 2019 itu kan orang sudah mulai melakukan mudik Lebaran,” kata Teguh di kantor BOS Jatim dalam paparan berita resmi statistik, Senin (1/7/2019).

Dijelaskan, inflasi Juni 0,13% atau tahun kalender Januari-Juni 2019 sebesar 1,16% itu disebut masih terendah dibandingkan Juni pada 3 tahun sebelumnya. Pada Januari-Juni 2018 inflasi Jatim masih 1,61%, dan periode sama 2017 sebesar 2,97%.

“Setiap Ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah selalu melakukan antisipasi untuk menekan laju harga dengan berbagai cara seperti menggelar operasi pasar, menyiapkan pasokan kebutuhan pokok makanan agar pasar tidak panik. Untuk itu kelompok bahan makanan ini mampu menekan inflasi kita,” katanya.

Sedangkan komoditas lainnya yang menjadi penyebab inflasi Jatim Juni yakni cabai merah, kendaraan rental, buah pir, kacang panjang, daging ayam kampung, kentang dan kelapa.

10 komoditas lain yang telah berperan menekan laju inflasi atau mengalami deflasi yakni bawang putih turun harga -17,73%, disusul daging ayam ras -6,12%, lalu telur ayam ras -4,86%, serta bawang merah, tomat sayur, angkutan udara, telur ayam kampung, snack, besi beton dan udang basah.

Dari 8 kota yang menjadi pantauan BPS, hanya 2 kota yang mengalami deflasi yakni Malang 0,17% dan Jember 0,15%. Sedangkan 6 kota lainnya mengalami inflasi dan yang tertinggi adalah Probolinggo 0,48%. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *