Peran PG Dalam Pulihkan Ekonomi Nasional

oleh
Istimewa

Surabaya, Kilasjatim: Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpian Menteri BUMN Erick Thohir terus berupaya membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional. Petrokimia Gresik (PG), pun aktif mendukung upaya tersebut, terutama di bidang ketahanan pangan, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan komersil yang berkualitas.

“Patut disyukuri, sektor pertanian mampu tumbuh di tengah wabah Covid-19. Untuk itu, capaian ini harus terus digenjot bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam upaya memulihkan kembali ekonomi nasional,” ungkap Direktur Utama PG, Dwi Satriyo Annurogo, kamis pekan ini.

Adapun strategi PG dalam upaya meningkatkan ekonomi nasional melalui peningkatkan produktivitas pertanian, ujar Dwi Satriyo, pertama adalah melakukan demonstration plot (demplot) dengan mengaplikasikan pemupukan berimbang rekomendasi PG dan panen raya di sejumlah tempat. Selama Adaptasi Kebiasaan baru (ABK) Petrokimia Gresik telah melakukan panen raya tanaman jagung, tomat dan cabai di Gorontalo, kemudian panen raya padi di Kota Madiun, dan demplot di Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote).

Kedua, Petrokimia Gresik juga telah memberikan bantuan pupuk di Kabupaten Bungo (NPK Phonska Plus), Kota Madiun (Petroganik), dan melakukan “One Day Promotion” khusus untuk 3 (tiga) produk non-subsidi retail andalan, yaitu NPK Phonska Plus, NPK Petro Nitrat, dan NPK Petro Ningrat di 16 kios yang tersebar di 8 (delapan) provinsi.

Ketiga, Petrokimia Gresik melakukan penyemprotan massal menggunakan pupuk organik cair Phonska Oca di enam daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, antara lain Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Bojonegoro, Sragen dan Banjarnegara.

Keempat membangun kampung percontohan. Petrokimia Gresik telah membangkitkan asa pertanian melalui tiga kampung percontohan, antara lain “Kampung Petro Nitrat” di Konawe (Sulawesi Tenggara), “Kampung Naga Petrokimia” di Banyuwangi (Jawa Timur) dan “Kampung Petroganik” di Mojokerto (Jawa Timur).

Kampung pengembangan pertanian dengan mengaplikasikan pupuk non-subsidi Petrokimia Gresik ini bukanlah program parsial, tapi menjadi upaya perusahaan mengoptimalkan potensi yang dimiliki di setiap daerah. Ini akan menjadi percontohan, dengan harapan kesuksesan di kampung tersebut akan diadopsi oleh petani lain di berbagai penjuru tanah air dengan potensi yang sama.

“Melalui berbagai program ini, kami berupaya meningkatkan optimisme petani di tengah wabah Covid-19, agar sektor hulu pertanian tetap berjalan sehingga ketahanan pangan dapat tetap terjaga dan yang tak kalah penting kesejahteraan petani juga terdongkrak” ujar Dwi Satriyo.

Upaya meningkatkan optimisme petani juga diwujudkan perusahaan dengan aktif memberikan bantuan dan kampanye protokol kesehatan kepada petani. (KJ1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *