Outlook Ekonomi 2019: Pelaku Usaha Diminta Cermati Efek Perang Dagang dan Fluktuasi Kurs

oleh -678 Dilihat

Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan

SURABAYA, kilasjatim.com: –
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan Harian Bisnis Indonesia kembali menggelar Entrepreneur Networking Forum. Mengambil tema Outlook Ekonomi 2019: Peluang UMKM di Era Digital dan Tantangan Tahun Politik, diskusi menghadirkan pembicara Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Bhima Yudhistira Adhinegara dan Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan. Acara dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Hery Trianto.

Diskusi mengupas tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2019 yang merupakan tahun politik serta di era perkembangan teknologi digital.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian Indonesia di 2019 akan tumbuh sekitar 5,2%. Sektor logistik, transportasi, konstruksi, dan perdagangan akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Permintaan di negara maju sebenarnya cukup solid, hanya saja pelaku usaha diminta untuk mencermati efek perang dagang dan fluktuasi kurs rupiah akibat perubahan dinamika global,” katanya saat jadi pembicara di Surabaya, Kamis (1/11/2018)

Sementara perekonomian Jawa Timur diproyeksi tumbuh sebesar 5,6-5,8% pada 2019. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dalam lima tahun terakhir selalu berada di atas rata-rata ekonomi nasional yang sebesar 5% (yoy). Hal ini menunjukkan daya tahan ekonomi Jawa Timur cukup baik di tengah dinamika kondisi ekonomi domestik maupun global.

Faktor pendorong ekonomi di Jawa Timur adalah sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi termasuk real estate. Prospek sektor industri pengolahan yang sebelumnya beorientasi pada ekspor mulai bergeser ke pendalaman pasar domestik karena beberapa tekanan perang dagang dan pelemahan kurs rupiah. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2018 di Jawa Timur mencapai 5,71% (yoy) terbilang tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Inilah Saham-saham untuk Trading Minggu ini

“Solidnya konsumsi juga diperkuat oleh berkembangnya tren experiences economy, seperti munculnya budaya kafe, hiburan, dan rekreasi,” ujar Bhima.

Di tengah era digital dan tantangan tahun politik, sektor UMKM dapat tumbuh lebih tinggi. Adanya platform perdagangan digital atau e-commerce turut membantu pemasaran produk-produk UMKM. Sedangkan adanya transportasi online juga memudahkan proses distribusi UMKM hingga ke level daerah mulai dari antar makanan hingga jual beli barang sekarang makin cepat dan murah.

“Jadi kita harus memandang ekonomi di 2019 dengan rasa optimistis. Event politik justru membawa banyak peluang bisnis, yang terpenting terus inovatif dan jeli membaca situasi, ” pungkas Bhima.

Di kesempatan yang sama,
Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan menyampaikan, sebagai bank yang memiliki visi mengubah hidup jutaan rakyat Indonesia, BTPN meyakini inovasi adalah kunci pertumbuhan.

Salah satu inovasi yang dilakukan BTPN adalah menghadirkan BTPN Mitra Bisnis, yaitu unit usaha yang dirancang khusus untuk melayani berbagai kebutuhan dari para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melalui solusi keuangan yang dapat diandalkan, pengembangan kapasitas usaha, dan pembukaan akses ke pasar yang lebih luas.

BTPN Mitra Bisnis hadir dengan berbagai produk dan layanan perbankan untuk kebutuhan usaha modal kerja dan investasi usaha nasabah. Selain pembiayaan, BTPN Mitra Bisnis juga hadir dengan dukungan solusi nonkeuangan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitasnya dalam menjalankan usaha yang termasuk dalam Program Daya.

Program Daya merupakan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur dari BTPN untuk meningkatkan kapasitas nasabah.

Untuk mendukung proses bisnis yang berorientasi pada kebutuhan serta kenyamanan nasabah, BTPN Mitra Bisnis juga memanfaatkan platform digital. Sejak April 2018, BTPN Mitra Bisnis memperkenalkan platform digital berbasis web (web-based) yang disebut AksesBisnis@BTPN (Akses Bisnis). Melalui Akses Bisnis, nasabah BTPN Mitra Bisnis dapat melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun melalui browser pada masing-masing komputer atau laptop nasabah.

Baca Juga :  Gandeng Telkom, BTN Incar Peningkatan Fee Based Income

“Akses Bisnis merupakan bentuk layanan nasabah untuk bertransaksi dengan nilai limit lebih besar secara digital tanpa harus melalui kantor cabang. Platform digital ini diharapkan dapat membantu mitra pelaku UKM mengembangkan usaha mereka lebih efektif dan pada gilirannya mereka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Steffano. (kj2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News