Muhammadiyah Gandeng INOVASI Percepat Sekolah Unggulan Lewat Program Rintisan Peningkatan Literasi

oleh

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Jakarta dalam sambutannya di kegiatan yang digelar Muhammadiyah dan INOVASI di Surabaya Jumat (3/5/2019)

 

SURABAYA, kilasjatim.com : – Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menjalin kerjasama dengan satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia yakni Muhammadiyah.

Acara yang berlangsung Jumat (3/5/2019) di Hotel Bumi Surabaya merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan kerjasama
yang diawali pada bulan September 2018, dimana INOVASI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Muhammadiyah. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Program INOVASI Mark Heyward dan Arbaiyah Yusuf, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, H. Abdul Mu’thi, Sekretariat Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Jakarta, Kirsten Bishop, Minister Counselor dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Arbaiyah Yusuf, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, mengatakan, membentuk sekolah unggul menjadi ranah perhatian Muhammadiyah yang mengorientasikan 100% sekolah-sekolah Muhammadiyah haruslah unggul.

“Salah satu cara agar percepatan sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah unggulan, adalah bekerjasama dengan INOVASI,” katanya.

Ditambahkan, kerjasama ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar terutama dalam bidang literasi.

Kelanjutan dari kerjasama pada Maret 2019 Muhammadiyah dalam kemitraannya dengan INOVASI telah melaksanakan program rintisan peningkatan kemampuan literasi kelas awal di 14 sekolah di Jawa Timur – tepatnya di kabupaten Sidoarjo, Ngawi, Trenggalek dan Jember yang bekerja langsung dengan guru, siswa, kepala sekolah dan komite sekolah

Sementara H. Abdul Mu’thi, Sekretariat Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan, kemitraan antara Muhammadiyah dan INOVASI adalah upaya yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

“Program rintisan ini berupaya untuk mengatasi tantangan pembelajaran – termasuk tentang pemahaman guru terkait literasi dan pembelajaran kelas awal; keterampilan guru mengelola kelas; variasi penggunaan media; serta terkait peningkatan hasil belajar literasi siswa,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Direktur Program INOVASI Mark Heyward mengungkapkan, program INOVASI memberikan kesempatan bermitra kepada Muhammadiyah sebagai upaya ikut berperan dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“INOVASI bertujuan untuk menemukan berbagai praktik baik atau cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa Indonesia. Dan kemitraan ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan Islam dibawah naungan organisasi Muhammadiyah,” terangnya.

Kirsten Bishop, Minister Counselor dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, menyambut positif kerjasama ini. Melalui kemitraan antara INOVASI dan Muhammadiyah, menciptakan program rintisan baru dalam rangka meningkatkan hasil literasi kelas awal di 14 sekolah mitra di Sidoarjo, Ngawi, Trenggalek dan kabupaten Jember.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan yang menarik untuk mendukung upaya lokal dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam khususnya di Jawa Timur, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Tidak menutup kemungkinan juga dengan sekolah di daerah lain di luar Jawa,” ungkapnya.

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Jakarta menjelaskan, sekolah yang ingin berkembang tidak perlu lagi terjebak dalam standar-standar mutu yang telah ditetapkan.

“Sekolah dan guru yang mau maju, kuncinya harus berani berinovasi dan learning outcome yang bagus, berani out of the box dan berani berubah. Abaikan dulu fasilitas yang kurang memadai. Yang penting punya motivasi untuk lebih baik,” ungkap Totok usai membuka kegiatan. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *