Mr Brank Menggebrak Fashion Millenial Pria Dominasi Hitam Putih

oleh

 

GRESIK, kilasjatim.com :Gaya monochrome yang memadu padankan warna dasar hitam, putih dan abu-abu  menjadi idaman tren fashion anak muda masa kini, menginspirasi pasangan suami istri dengan profesi sama sama dokter.

Nurul Eka Yulifah bersama suaminya yang juga penikmat fashion monochrome style hitam putih mencoba mencoba peruntungannya di bisnis fashion anak muda bergenre pria yang diberi nama Mr.Brank.

“Kebetulan profesi saya dan suami sama dokternya dan punya selera sama di dunia fashion. jika pada akhirnya kami terjun dan berkecimpung berbisnis di jalur ini karena memang kegemaran,’ kata Nurul Eka saat launching produk yang dilabeli Mr Brank di ajang pameran di Gresik.

Warna basic hitam putih menjadi pilihan untuk produk fashion Mr Brank, alasannya masih menjadi favorit banyak kalangan. Tanpa terkecuali  anak muda millenial yang ingin selalu tampil eksis, tidak ribet, namun tetap stylish serta  dinamis.

Monochrome yang memadu padankan warna dasar hitam, putih dan abu-abu  menjadi idaman tren fashion anak muda masa kini. Karena lebih fleksibel, netral, dan mudah diaplikasikan dalam berbagai suasana kasual dan formal.

Segmen pasar yang hendak dituju Mr Brank adalah kalangan milenial karena jumlah millenial yang mencapai 90 juta jiwa atau sepertiga dari total jumlah penduduk Indonesia  memang meniupkan angin segar bisnis fashion kasual. Ceruk pasarnya demikian luas. Asal, kreatif melihat selera dan masuk dalam dunia mereka lebih dalam, bisnis fashion kasual anak muda akan terus eksis.

Menyasar segmen anak muda diakui Nurul menjadi tantangan tersendiri, bagaimana membuat mereka terlibat dan menjadi aktor  yang mengilhami dan menjiwa pada  desain Mr.Brank.

Brand Mr. Brank diadaptasikan dari istilah Kumis yang dalam bahasa Jawa disebut Brengos, yang kemudian dengan pertimbangan komersial diubah menjadi Brank.

Nurul Eka Yulifah optimis impiannya menduniakan Gresik bisa terwujud melalui keunggulan kualitas produk fashion Mr. Brank besutannya.

“Kami menjunjung tinggi kualitas mulai dari bahan yang nyaman sablon, bordir, printing, sampai produk  handmade. Desainnya pun mencerminkan gaya hidup anak muda pria yang kekinian, sportif, nyeleneh, story petualangan mencari pasangan dan berbagai quote yang bisa menertawakan diri sendiri,” papar Nurul saat shoft launching Mr.Brank di Gedung Wisma A.Yani, Gresik (17/5).

Selain itu, Nurul juga mencoba membuat setiap konsumennya merasa istimewa karena model dan desain yang ditawarkan meski bertema hitam putih tapi tetap tidak pasaran, prestise dan limited edition.

Untuk target pasar, Mr.Brank menyasar segmentasi mulai dari kelas ekonomi sampai menengah dengan kisaran harga Rp 100.000 sampai Rp 1.000.000 untuk berbagai varian produk, diantaranya syal, topi, celana pendek, celana panjang, jaket, sweater, sweatshirt, hoodie, T-Shirt, kemeja dan sebagainya.

Pemasarannya dilakukan secara offline melalui store dan online dengan sistem penjualan langsung, reseller dan franchise. Dalam setahun terakhir, setidaknya bisa merambahi kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Medan.

“Selain pasar dalam negeri, kami juga tengah menjajaki pasar ekspor. Minimal menjangkau negara tetangga dulu seperti Malaysa, Brunei, Singapura, dan Australia,” tandas Nurul. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *