MPM Resmikan Gerai ERRO PartShop Dekati Konsumen Dapatkan Sparepart Asli Honda

oleh

presiden Direktur MPM Suwito bersama Part Division Head Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Hari Subagiyo saat peresmian gerai ERRO PartShop Sedati Sidoarjo Jumat (22/02/2019)

 

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Mitra Pinasthika Mulia mulai melirik pasar sparepart dengan akan memperkuat pasar spare part dengan buka gerai yang diberi nama ERRO PartShop . Tak tanggung tanggung target tahun 2019 bisa membuka tujuh gerai ERRO PartShop yang tersebar di kota besar di Jawa Timur dan Satu di NTT.

Part Division Head Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Hari Subagiyo mengatakan, saat ini gerai ERRO (sebelumnya dengan nama MEPS atau
MPM Exclusive Part Shop) di dua kota yakni Malang dan Kediri. Awal tahun 2019 buka gerai di Sedati Sidoarjo dan sekaligus ganti nama menjadi ERRO.

“Saat ini jumlahnya ada tiga, targetnya menambah 7 gerai lagi di Malang (2) Bojonegoro, Madiun, Tulungagung, Jember dan Kupang NTT. Percepatan pengembangan toko agar bisa memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengejar target pertumbuhan penjualan 12%,” kata Hari saat peresmian gerai ERRO PartShop di Sidoarjo Jumat (22/02/2019)

Dibukanya gerai ERRO untuk mudahkan konsumen dan membantu pengusaha kecil seperti tambal ban mendapatkan sparepart asli Honda.

‘ERRO PartShop tidak hanya melayani end user langsung tapi juga bengkel-bengkel AHASS dan bengkel mitra . Gerai ritel ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna motor Honda dan menjamin keaslian dan ketersediaan di jaringan resmi,” imbuhnya.

Gerai ERRO PartShop selain menjual suku cadang juga ada Honda Genuine Accessories dan Honda Genuine Apparel.

“Selain itu di gerai Sedati ini, dapat melayani penggantian ban, lampu, dan busi. Untuk penggantian ban menggunakan alat khusus serta akan diisi dengan nitrogen. Sehingga ban terjamin lebih empuk dan velg aman dari lecet dan karat,” tambahnya.

Hingga saat ini, MPM telah melayani 1.550 jaringan penjualan spare partyang terdiri atas 705 jaringan AHASS dan 845 toko sparepart umum

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur MPM Suwito menambahkan penjualan spare partHonda berkontribusi 8% terhadap total penjualan MPM. Namun, penjualan spare part MPM terhadap total penjualan spare part secara nasional mencapai 15%.

“Tahun lalu, pertumbuhan penjualan melampaui target yang awalnya 13% tapi bisa mencapai 15%. Ini karena kondisi ekonomi cukup baik dan didukung oleh cuaca yang mendukung sehingga sektor pertanian berkembang dan bisa membeli kendaraan,” kata Suwito.

Tahun ini, penjualan spare part MPM ditargetkan lebih rendah dari capaian tahun lalu mengingat ada momen politik yang cukup membuat masyarakat wait and see. Selain itu, pada semester pertama tiap tahun, umumnya kondisi cuaca kurang baik sehingga bisa berdampak pada sektor pertanian.

“Meski ada tahun politik, tapi kami yakin di semester kedua ini akan ada peningkatan pasar karena setelah ada Pemilu, lalu ada Lebaran,” jelasnya.

Selain melakukan penjualan spare part melalui gerai ritel dan jaringan AHASS, MPM juga sudah mulai masuk ke marketplace online seperti Tokopedia dan Bukalapak guna memudahkan konsumen mendapatkan komponen motor.

“Untuk marketplace ini kami masih konsentrasi di produk aksesoris, dan kontribusi penjualan online masih kecil sekali belum ada 1%,” papar Suwito. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *