Mesin EDC Raib, Kasir PT Liek Motor Sebut Diambil The King

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Belum lama dilakukan eksekusi Bengkel PT Liek Motor di Jalan Ketabang Kali No 3, Surabaya, Royce Muljanto alias Mr. President dikejutkan dengan hilangnya mesin EDC Satu Dealer. Setelah ditelusuri ternyata mesin EDC tersebut, diambil oleh Mulyanto alias Liek alias The King, pemilik PT Liek Motor.

Raibnya mesin EDC diketahui oleh salah seorang karyawan Liek Motor, Anastasya. Karyawan bagian kasir ini baru mengetahui EDC raib, setelah Royce menanyakan keberadaan EDC di kantor PT Liek Motor.

“Beberapa hari lalu pak Royce datang ke kantor, menanyakan mesin EDC, lalu sudah saya konfirmasi ke pak Liek dan dijawab ada di saya. Kalau pak Royce mencari mesin EDC, diminta menghubungi pak Liek,” katanya ketika dikonfirmasi Rabu (19/9/2018).

Ana, sapaan akrabnya, mengaku tidak tahu pasti raibnya EDC. Ketika EDC raib, posisinya tidak di Liek Motor jalan Walikota Mustajab. “Saya ada di kantor Indrapura. Yang bertugas sebagai kasir saat itu orang lain,” kelitnya.

Dia berpikir ketika pak Royce menanyakan raibnya EDC itu berada di kantor Ketintang. Namun ternyata bukan. “Saya kan pegawainya Ketintang. Saya dipindah di kantor cabang Walikota Mustajab baru Januari 2017,” ungkapnya.

Menanggapi raibnya EDC, Royce mengaku terkejut. Dia akan berusaha untuk menyadarkan perbuatan The King yang kurang terpuji itu melalui pendekatan dari hati ke hati.

“The King punya beban psikologis yang cukup berat. Saya akan berperan sebagai pskiater bagi The King dengan cara mengajak berbincang secara baik-baik. Termasuk agar The King sering berhubungan dengan masyarakat, sahabat, karyawan dan keluarga terdekatnya,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah The King membutuhkan pskiater, Mr President menjawab tidak perlu. Solusi terbaik untuk mengatasi psikologis The King adalah dengan pengakuan bahwa The King tetap dapat beraktivitas seperti ketika berusia 40 tahun dulu.

“Di sisi kelemahan The King, kita bantu dengan memfasilitasi segala impian The King secara positif. Jadi, tidak perlu meminta bantuan psikiater,” tandas Mr President. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *