Lewat Buku ‘Tacit’, Mr President Ingin Sadarkan The King

oleh

Surabaya, kilasjatim.com – Perjuangan Royce Muljanto, The President of PT Liek Motor untuk menyadarkan Mulyanto alias The King, pemilik PT Liek Motor tak pernah surut. Selain melakukan pendekatan dari hati ke hati, perjuangan Royce juga dilakukan lewat sebuah buku yang berjudul ‘Tacit’. Royce memberi judul Tacit, karena memiliki arti yang sangat mendalam. “Tacit itu, artinya ilmu pengetahuan yang tidak perlu diajarkan tapi bisa dilaksanakan turun menurun. Seperti kucing ketemu tikus. Untuk memakan tikus tak perlu diajarkan. Jadi Tacit itu bisa terjadi kalau kita melakukan secara konsisten,” kata Royce kepada wartawan di Surabaya, Jumat (26/10/2018).

Dijelaskan, buku setebal 100 halaman itu, berbicara tentang tubuh, pikiran dan nurani. Ditulis selama dua tahun. Mulai tahun 2015 hingga 2017. Tahun 2018, sudah dicetak. “Di buku itu, saya tidak bicara hati nurani, tapi nurani. Sebab, letak hati ada di samping. Kalau nurani ada di tengah,” ujarnya.

Menurutnya, dikatakan terjadinya suatu peradaban karena ada tulisan. Kalau tidak bisa menulis, hanya bisa berkomunikasi, maka kita belum bisa menjadi manusia beradab.

“Berbicara nurani, itu menyehatkan bagi saya. Manusia bisa pikirannya terganggu, jika dia mengikuti dunia luar, tanpa bisa menulis,” ucapnya. Dia mengaku gemar menulis yang menggunakan argoritma. Jadi, satu persatu permasalahan, dia tulis. “Selain argoritma, saya juga senang menulis secara sederhana. Kalau sederhana, orang pasti mengingat terus. Seperti di halaman 60 buku itu, tertulis ‘sehari untuk selamanya’,” ungkapnya.

Melalui buku ini, Mr President berharap bisa menebarkan nama baik, terutama ditebarkan di keluarga. Sebelum membereskan orang lain, maka harus bisa membereskan orang terdekatnya. “Seperti, target operasi. Yang perlu ditentukan sekarang adalah waktu,” tandasnya.

Seperti diketahui, Mr President memiliki persoalan keluarga yang sampai sekarang belum tertuntaskan. The King hingga kini belum bisa disadarkan nuraninya.

Beberapa kali The King melakukan perbuatan yang cukup menjengkelkan Royce. Diawali dengan merobohkan tangga “Satu Dealer”, menjual dealer motor di Mojokerto hingga mengambil  mesin EDC di kantor PT Liek Motor jalan Walikota Mustajab. “Banyak sekali perbuatan The King yang melanggar hukum, namun saya biarkan, karena saya yakin The King masih bisa disadarkan nuraninya,” tambah Royce. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *