KSEI : Belum Banyak Investor Manfaatkan Fasilitas AKSes

oleh

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggandeng PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi menyasar kota Surabaya dan Jombang.

Sosialisasi dimaksudkan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, fasilitas AKSes ini belum banyak dimanfatkan oleh investor. Ini terlihat dari jumlah investor yang melakukan login AKSes relatif masih rendah.Diharapkan beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia.

“Harapan kami, hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” kata Friderica kepada sejumlah media di Surabaya dalam acara media luncheon, Jumat (8/3/2019)

Ditambahkan, fasilitas AKSes ini belum banyak dimanfatkan oleh investor, terlihat dari jumlah investor yang melakukan login AKSes relatif masih rendah.

Berdasarkan data investor nasional, dari dari 1.084.158 Sub Rekening Efek (SRE) dan 875.827 Single Investor Identification (SID), yang melakukan login AKSes hanya 99.505. Padahal, kalau investor setiap saat login AKSes bisa melihat perubahan neraca keuangan pada portofolio investasi yang dimiliki.

Rendahnya investor yang login AKSes, kata Friderica, banyak faktor. Diantaranya, mungkin fitur-fitur yang ada di AKSes kurang begitu menarik. Bisa pula, investor yang tidak melakukan login ke AKSes, merupakan investor yang tidak pernah melakukan transaksi di pasar modal dan bisa pula investor yang sifatnya long term dalam berinvestasi.

Selain itu rendahnya investor yang login AKSes juga jadi pertimbangan KSEI untuk menghadirkan fitur-fitur yang lebih menarik dan sebagainya.

Friderica menjanjikan dalam waktu dekat, KSEI akan melakukan pembaruan fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G). Pengembangan AKSes Next-G meliputi proses login yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email.

“Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum. Perubahan lain pada AKSes Next-G terdapat pada laman Beranda/Home yang lebih dinamis dengan informasi yang lebih menarik dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headlineberita/artikel terkait pasar modal,” jelasnya.

Sementara itu pemilihan kota Surabaya sebagai tujuan sosialisasi KSEI di awal 2019 ini, berdasarkan data KSEI per akhir Februari 2019, provinsi Jawa Timur menempati urutan ke 3 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia.

Dengan jumlah investor sebanyak 111.087 dan dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 41.607 investor berdomisili di kota Surabaya yang merupakan terbesar di Jawa Timur.

Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Februari 2019, telah mencapai sekitar 1.729.198 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Beberapa pengembangan lain juga tengah dilakukan KSEI diantaranya inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015- 2019. Tujuan program kerja ini dilakukan agar pembukaan RE dan RDN lebih mudah, cepat dan menjangkau lokasi yang lebih luas, sehingga investor dapat segera melakukan transaksi di pasar modal.

”KSEI telah memulai inisiatif ini sejak tahun 2016 dengan target awal adanya pedoman untuk penggunaan aplikasi elektronik dalam pembukaan rekening serta adanya pedoman untuk pembukaan RE agar dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Administrator RDN. Tahap selanjutnya akan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung mekanisme simplifikasi pembukaan RE dan RDN melalui AKSes Financial Hub di tahun 2019,” urai Friderica.

Saat ini, KSEI sedang mengkaji kemungkinan diterapkannya full dematerialisasi di pasar modal Indonesia. Untuk inisiatif strategis yang terakhir, berupa Layanan KYC Administrator Agent, KSEI telah memulai kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk sharing informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik.

Saat ini, masih terdapat pula pengulangan proses KYC untuk investor yang sama pada PJK yang berbeda. Adapun insiatif KSEI yang lain yakni e-proxy dan e-voting platform, dimana agar proses RUPS dapat berjalan efisien dan efektif diantara pihak-pihak terkait, salah satunya memberikan kuasa untuk menghadiri RUPS dan memberikan hak suara melalui e-proxy dan e-voting platform.

Dengan berbagai pencapaian dan pengembangan tersebut, KSEI kembali meraih Marquee Award sebagai The Best Central Securities Depository in Southeast Asia in 2018 versi Alpha Southeast Asia, yang sebelumnya juga pernah diraih di tahun 2016. Friderica berharap berhasilnya KSEI meraih penghargaan sebagai Kustodian Sentral terbaik di Asia Tenggara tahun 2018 lalu dapat semakin memotivasi seluruh insan KSEI untuk bekerja lebih giat guna mewujudkan berbagai program strategis yang telah direncanakan pada tahun-tahun mendatang.

Sedangkan tujuan rencana jangka panjang KSEI adalah membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di tingkat regional dalam menghadapi tantangan globalisasi, mendukung perkembangan industri pasar modal, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pemakai jasa KSEI. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *