Kiai Sepuh Yakin Pakde Karwo Tak Ingkari Janji Dukung Gus Ipul

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Beredarnya surat dukungan kepada pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim nomor urut 1, Khofifah indar Parawansa-Emil Dardak yang menggunakan tandatangan Gubernur Jatim Soekarwo mengejutkan kiai-kiai sepuh Jatim resah.

Mereka tidak yakin Pakde Karwo, sapaan Soekarwo berani mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat Jatim untuk mendukung Khofifah-Emil. Sebab, Pakde Karwo sudah membuat surat perjanjian mempersiapkan wakil Gubernur untuk menjadi Gubernur pada periode berikutnya yang disaksikan lima kiai di Jatim.

“Kami masih yakin Pakde Karwo tidak akan mengingkari surat perjanjian yang telah dibuat dihadapan kiai-kiai,” kata KH Ahmad Fahrur Rozi, Pengasuh Pesantren An Nur Bululawang I, Malang di café Kauman, Surabaya, Minggu (24/6/2018).

Gus Fahrur, sapaan akrabnya, menyebut beredarnya surat dukungan terhadap Khofifah-Emil dengan kop surat Partai Demokrat dinilai masih belum valid. Karena itu, kiai-kiai masih yakin komitmen yang dibangun oleh Pakde Karwo bersama kiai-kiai.

Apalagi, hingga saat ini hubungan antara Pakde dengan kiai-kiai juga tidak ada masalah. “Pakde juga sering bertemu dengan kiai dan tidak pernah menjelaskan akan mengeluarkan surat dukungan kepada Khofifah-Emil,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, kiai tidak percaya dengan beredarnya surat dukungan yang berisi seruan untuk mencoblos Khofifah-Emil, karena selama ini masih belum ada pernyataan resmi yang dikeluarakan Pakde Karwo. Apalagi, Pakde tidak pernah membuat statemen yang berkaiatan dengan pembuatan surat ini.

“Lha…kita bertemu dengan Pakde Karwo juga tidak ada apa-apa, tidak ada stetemen yang keluar dari beliau. Ini sebagai upaya untuk menepis beredarnya surat yang meresahkan masyarakat,” tegas Gus Fahrur.

Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) Jatim ini lalu mengungkap Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Gus Ipul dilakukan tertanggal 12 Januari 2013 lali. Surat itu, ditandatangani oleh Pakde Karwo dengan Gus Ipul dan disaksikan lima kiai yang turut tanda tangan yang dibubuhi materai Rp 6.000 di Ploso, Kabupaten Kediri.

Kiai-kiai tersebut adalah KH Zaiduddin Djazuli, KH Nurul Huda Jazuli, KH Idris Marzuki (Lirboyo), KH Anwar Mansur dan KH Anwar Iskandar. Surat tersebut dibuat sebelum pencalonan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) jilid II dengan memuat 5 (lima) poin.

Lima poin dalam surat itu, pertama apabila kami terpilih sebagai gubernur dan Wakil Gubernur Jatim akan menjadikan kejujuran dan kerjasama sebagai modal dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dan pro rakyat.

Kedua dalam pengambilan keputusan, kami berdua senantiasa mengedepankan prinsip musyawarah dan kerjasama terutama yang menyangkut perencanaan, anggaran dan hala-hal strategis dalam penyelenggaraan pemerirntahan serta pengangkatan pimpinan SKPD dan BUMD.

Ketiga, kami berdua wajib menjunjung dan menumbuhkembangkan pendidikan khususnya yang berbasis pesantren, pelayanan kesehatan dan peberdayaan ekonomi umat sebagai prioritas dan siap bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama.

Keempat, Gubernur Jatim terpilih memberikan peran dan wewenang kepada Wakil Gubernur secara proporsional dan mempersiapkan wakil Gubernur untuk menjadi Gubernur pada periode berikutnya.

Kelima komitmen tersebut diatas akan kami pertanggungjawabkan secara sungguh-sungguh dihadapan para ulama dan dihadapan Allah SWT. “Para kiai menganggap sampai saat ini tidak ada pencabutan surat yang dibuat Pakde Karwo bersama Gus Ipul,” ungkapnya. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *