Keterbatasan Memori, 67 persen Pengguna Smartphone di Indonesia Kehilangan Data Penting

oleh

 

Research Manager dari Firma Riset DEKA, Anggun Komalasari dan Chanel Sales Manager Western Digital Sandisk, Sutrisno Poerwadi saat di Surabaya, Rabu (10/07/2019)  SanDisk memberi solusi kepada para pengguna dengan mempermudah dan mempercepat proses penyimpanan dan back-up data di perangkat mobile

SURABAYA, kilasjatim.com: Western Digital melakukan survey berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey. Hasilnya, 67% orang Indonesia pernah kehilangan data Hp mereka, yang berujung pada perasaaan kesal. Lebih dari 80% responden survey telah menyadari pentingnya melakukan back-updata Hp. Namun, hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back-up daya Hp secara teratur selama sebulan sekali.

Riset ini melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta. Medan, dan Makassar.

Research Manager dari Firma Riset DEKA, Anggun Komalasari, saat di Surabaya menyampaikan, umumnya pengguna smartphone
menggunakan ponselnya untuk menyimpan dan berbagi tentang kehidupan kita, baik itu mengambil foto atau video untuk berbagi kenangan, atau untuk menjaga hubungan dengan rekan dan kerabat melalui telepon, SMS atau media sosial.

“Namun saat kita sibuk membuat konten, kerap kali kita lupa untuk melindungi konten penting tersebut. Akibatnya semua dokumen yg tersimpan di ponsel bisa hilang semua,” kata Research Manager dari Firma Riset DEKA, Anggun Komalasari, Rabu (10/7/2019).

Ditambahkan, banyak yang berpikir pencadangan atau back-up data adalah sesuatu yang rumit. Sehingga mereka jarang melakukannya. Kini untuk memberikan kemudahan dalam menyimpan data, foto, video maupun musik yang ada di ponsel sudah bisa dirasakan.

Sementara itu, Chanel Sales Manager Western Digital Sandisk, Sutrisno Poerwadi menambahkan dari data DEKA juga menunjukkan, umumnya, masyarakat Indonesia menggunakan smartphone dengan memori internal 16-32 GB (56% responden). Namun, kapasitas ini tidak cukup untuk menampung simpanan foto dan video yang terus bertambah di smartphone. Survei membuktikan bahwa lebih dari setengah responden mengatakan, mereka hanya memiliki sisa memori 1-3 GB di smartphone mereka.

Kapasitas terbatas ini menyebabkan responden terpaksa menghapus data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan. Hampir semua responden yang mengalami masalah ini mengaku merasa kesal saat ponsel mereka kehabisan kapasitas memori.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data mereka. Beberapa di antaranya adalah memori yang penuh sehingga mereka harus menghapus data,” imbuhnya.

Amy Tan, Direktur Sales Regional Western Digital dalam siaran persnya menyampaikan salah satu brand dalam naungan Western Digital Corp, yaitu SanDisk memberi solusi kepada para pengguna dengan mempermudah dan mempercepat proses penyimpanan dan back-up data di perangkat mobile. Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat. Pada bulan September 2018, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4%. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna Hp di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna Hp terbanyak keenam di dunia. Oleh sebab itu, tren dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Sebanyak 97% responden mengandalkan Hp sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Responden yang lebih muda cenderung lebih banyak menggunakan Hp mereka untuk lebih banyak fungsi, mulai dari gaming, navigasi,
video streaming, atau berbelanja Menariknya, survey ini juga menunjukkan bahwa Hp sudah menjadi pengganti ‘kamera’. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *