Jogoboyo Secara Definitif Tetapkan H.Badruttamam Sebagai Ketua

oleh

Tim formatur saat menggelar rapat terbatas untuk menetapkan H. Akhmad Badruttamam sebagai ketua Jogoboyo di Surabaya Rabu (20/01/2021)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pada akhirnya komunitas Jogoboyo menetapkan H. Akhmad Badruttamam secara definitif sebagai Ketua Jogoboyo untuk kepemimpinan hingga satu periode ke depan.

Hal ini diputuskan melalui rapat tim formatur yang dihadiri beberapa pengurus, pembina dan pendiri Jogoboyo yang digelar di sebuah rumah makan Rabu (20/01/2021).

Sebagaimana diketahui
pasca deklarasi gerakan Jogoboyo pada bulan Oktober yang lalu, secara organisasi hingga kini belum ada kepemimpinan . Jogoboyo sebagai wadah warga masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan kota Surabaya dari kelompok Radikal, Intoleran dan Premanisme dikota Surabaya.

Dalam sambutannya Haji Tamam, panggilan akrabnya menyampaikan adanya Jogoboyo dari masukan warga Surabaya yang menginginkan kotanya kondusif, aman dan damai sehingga jogoboyo menjadi wadah bagi warga kota Surabaya untuk bersama sama ikhtiar menciptakan suasana kota yang aman.

“Peran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mereka yang menginginkan kotanya aman damai banyak yang bergabung di Jogoboyo. Selain itu visi dan misi Jogoboyo Mewujudkan surabaya yang aman, tertib, toleran, maju dan berkepribadian dalam kebudayaan. Misi berperan aktif dalam setiap gerakan keamanan, ketertiban, sosial dan budaya untuk kemajuan dan jaga Surabaya.”tuturnya.

H. Akhmad Badruttamam

Dalam kesempatan tersebut H. Muhammad Jadi Galajapo, Penasehat menambahkan, pentingnya mengembalikan budaya kota Surabaya yang mulai terkikis oleh zaman, seperti menggaungkan kembali gerakan dan lomba sedekah bumi.

*Sebagai simbol gotong royong dalam masyarakat, parikan dan budaya ciri khas arek Suroboyo Ojo Sampek ilang,” papar Jadi.

Ke depan, Jogoboyo akan banyak melakukan sinkronisasi program dengan berbagai pihak, bukan hanya dalam aspek keamanan namun juga kegiatan yang bersifat sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *