Januari 2018 Inflasi di Jawa Timur Capai 0.60 Persen, Pemicunya Kenaikan Harga Beras

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, menyampaikan inflasi Januari 2018 mencatatkan prosentase yg cukup tinggi yakni 0.60 persen.

 

 

SURABAYA, kilasjatim.com:  Kenaikan harga beras yang terjadi beberapa bulan terakhir salah satunya menjadi pemicu inflasi di Jawa Timur. Tercatat inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,60 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, menyampaikan inflasi Januari 2018 mencatatkan prosentase yg cukup tinggi yakni 0.60 persen.

Inflasi sebesar 0,60 persen di Jawa Timur ini lebih rendah dari inflasi nasional periode yang sama 0,62 persen yaitu dari 130,09 pada bulan Desember 2017 menjadi 130,87 pada Januari 2018. Sementara inflasi nasional periode yang sama sebesar 0,62 persen.

“Komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi adalah beras, disusul daging ayam ras dan emas perhiasan,” kata Teguh di Surabaya, Kamis (1/2/2018)

Komoditas beras menjadi pendorong terjadinya inflasi beberapa bulan terakhir karena belum adanya panen raya yang biasanya terjadi di akhir Februari dan Maret. Selain itu harga daging dan ayam ras ikut mendorong terjadinya inflasi.

“Harga daging ayam ras yang masih mengalami kenaikan disebabkan oleh faktor cuaca yang terus menerus hujan sehingga mengakibatkan ayam ras menjadi rawan terhadap penyakit. Selain itu faktor pakan ayam ras yang berkurang disebabkan oleh adanya larangan impor jagung,” jelasnya.

Persentase perubahan harga beras sebesar 5,31 persen mampu menyumbang inflasi sebesar 0,24 persen, sedangkan daging ayam ras yang mengalami perubahan harga 9,64 persen memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,11 persen.

“Selain itu, cabai rawit juga mengalami persentase perubahan harga yang lebih besar yaitu 41,19 persen, namun sumbangan terhadap inflasi hanya sedikit yaitu 0,03 persen. Pendorong inflasi lain di wilayah Jatim adalah tarif kereta api, tomat sayur dan bawang merah,” papar Teguh.

Inflasi pada Januari 2018 terjadi di seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di  8 pantauan kota Jawa Timur. Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi yaitu mencapai 0,70 persen, diikuti Malang 0,69 persen, Sumenep 0,64 persen, Surabaya 0,63 persen, Madiun 0,62 persen, Jember 0,56 persen, Probolinggo 0,29 persen, dan terendah di Kediri 0,14 persen.

Teguh menuturkan, pada Januari 2018 dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 2,25 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok Transportasi,  Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,02 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Januari 2018 ialah beras, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah tarif kereta api, tomat sayur, dan bawang merah. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *