Indosat Ooredoo Business Luncurkan Managed SD-WAN Optimalisasi Konektivitas  Wide Area Network

oleh

 

JAKARTA, kilasjatim.com: Indosat Ooredoo Business meluncurkan layanan Managed SD-WAN yang dapat dimanfaatkan pelanggan korporasi dalam mengoptimalisasi jaringan, meningkatkan performansi aplikasi dan efisiensi biaya operasional.

Indosat Ooredoo Business menegaskan komitmen sebagai preferensi utama korporasi pada solusi end-to-end dengan melengkapi jasa managed service lewat layanan Managed SD-WAN.

“Kami berharap layananmanaged service yang kini sudah dilengkapi dengan Managed SD-WAN dapat membantu korporasi pada operasional jaringan dengan biaya yang lebih efisien sehingga bisa lebih fokus pada transformasi bisnis,” ujar Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Intan Abdams Katoppo dalam siaran persnya Rabu (8/5/2019)

SD-WAN merupakan bentuk aplikasi spesifik dari teknologi software-defined networking (SDN) yang diaplikasian pada koneksi WAN (wide area network), yang digunakan untuk menghubungkan jaringan perusahaan termasuk kantor-kantor cabang dan data centeryang memiliki jarak geografis luas.

Secara bisnis, SD-WAN dapat membantu meringankan biaya operasional, dengan pilihan link yang fleksibel (MPLS dan Internet Access), penggabungan link (link aggregration) dan dukungan pembagian beban link (load balancing support), sehingga perusahaan tidak lagi menggunakan MPLS untukbackup link.

Selain itu juga mampu mengeliminasi kompleksitas, dengan zero touch provisioning yang dapat mengatasi resiko human error.

Produk yang ditawarkan
Indosat Ooredoo Business adalah Advanced SD-WAN yang juga dilengkapi oleh fitur NGFW yakni firewall generasi ke-3 yang mengkombinasi tradisional firewall dan fungsi securitylainnya, fitur Intrusion Prevention System yang dapat mendeteksi ancaman dengan respon cepat, dan fitur Antivus/Anti-spam yang dapat mengurangi resiko potensi terserang virus dan malware.

“Managed SD-WAN juga dapat mengurangi biaya bandwidth per Mbps sampai dengan 80%, meningkatkan performansi Office 365 sampai dengan 5x dan peningkatan waktu control terhadap perubahan policy pada multi-branch site sampai dengan 12x,” papar Intan. (kj7)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *