Hindari Konflik, Kiai Ma’ruf Minta Rakyat Indonesia Hidup Rukun

oleh

 

Surabaya, kilasjatim.com: Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma`ruf Amin menegaskan bangsa Indonesia harus tetap bersatu. Kalau tak bersatu, akan terjadi konflik. Seperti yang terjadi di Afghanistan.

“Coba lihat Afghanistan yang sudah puluhan tahun berkonflik, gara-gara tidak rukun. Kerukunan itu menjadi sumber persatuan bangsa,” katanya ketika berbicara di Silturahmi Nusantara Bersatu di Goci Mall, Surabaya, Senin (18/3/2019) malam.

Menurutnya, Indonesia negara kesepakatan. Jika bisa jaga kesepakatan maka keutuhan akan terjaga. Karena itu, empat pilar harus diwujudkan dalam
bingkai negara.

“Jangan beri kesempatan negara manapun untuk merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia harus maju. Bukan negara punah, kayak Dinosaurus saja,” tuturnya.

Untuk mewujudkan Indonesia yang maju, Ma’ruf menyebut diperlukan penguatan empat bingkai kehidupan. Jika empat bingkai berbangsa ini dipegang teguh, Indonesia akan segera menjadi negara besar, bukan negara bubar apalagi negara punah.

“Kami memang ingin melayani masyarakat Indonesia sepanjang hayat kami. Kami akan melayani apapun agama, suku dan rasnya,” ucapnya.

Empat bingkai yang diwujudkan untuk membangun Indonesia yang maju, lanjutnya, yang pertama adalah bingkai politik. Jika kehidupan politik berbangsa kuat, maka kemakmuran bangsa akan mudah tercapai.

Kemudian bingkai kedua adalah bingkai yuridis. Dimana peraturan, perundang-undangan dan hukum harus dipatuhi untuk menjaga keutuhan bangsa. “Yang menyimpang tidak ada ruang di negeri ini,” ucapnya.

Sedangkan Bingkai ketiga adalah bingkai sosiologis, yakni dengan penguatan kearifan lokal. “Filosofi kehidupan berbangsa ada pada kearifan lokal yang berasal dari beragam agama, suku dan etnis yang hidup di Indonesia,” tandasnya.

Sementara bingkai keempat, lanjut Ma`ruf, adalah Bingkai Teologis. Yakni agama harus menjadi sumber pemersatu. Agama harus jadi landasan kerukunan
karena teologi yang kita bangun adalah kerukunan.

“Paham yang intoleran harus kita hilangkan di bumi Indonesia. Ini penting untuk kita semua,” ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *