Hermina Optimis Target 2018 Buka 2 Rumah Sakit Tercapai

oleh

Direktur Keuangan dan Pengembangan Startegic Hermina Aristo Setia Widjaja dan  Yulisar Khiat, Direktur Operasional usai paparan kinerja perusahaan di Investor Summits 2018 di Surabaya Selasa (18/9/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) tahun 2018 menargetkan menambah 2 rumah sakit dan tahun 2019 4 Rumah sakit yang akan beroperasi diantaranya di Jawa, Sulawesi dan Sumatera.

Pada paparan publik pertama setelah saham Hermina tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Mei 2018. Perseroan melaksanakan paparan publik ini dalam rangkaian acara Investor Summit 2018 yang diadakan oleh BEI.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Startegic Hermina Aristo Setia Widjaja menyampaikan, semester pertama yang berakhir pada 30 Juni 2018 (1 H18), Hermina berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 1,52 triliun.

“Peningkatan mencapai 18,2% dibandingkan dengan pendapatan Rp 1,28 triliun dari periode yang sama tahun Ialu. Perseroan juga mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization / EBITDA) sebesar Rp 314,7 miliar dengan margin EBITDA yang stabil sebesar 20.8%, peningkatan sebesar 17.7% dibandingkan EBITDA sebesar Rp 267,3 miliar dari periode yang sama tahun Ialu,” urainya pada jumpa pers di gelwran Investor Summits, Selasa (18/9/2018).

Sementara itu pencapaian Perseroan di semester pertama 2018 menunjukkan kemampuan Perseroan untuk selalu bertumbuh, meskipun menghadapi bulan puasa yang datang 10 hari lebih awal di tahun ini dan libur Hari Raya ldul Fitri yang lebih panjang di bulan Juni.

“Selama bulan puasa Ramadhan menyebabkan turunnya tingkat kunjungan ke rumah sakit pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, rencana
rencana ekspansi Hermina berjalan sesuai target dengan telah dioperasikannya Hermina Samarinda pada April 2018 dan Hermina Palembang (Jakabaring) pada Agustus 2018. Perseroan berencana akan membuka Hermina Padang dalam beberapa minggu mendatang.

“Perseroan juga secara aktif mengevaluasi peluang-peluang untuk mengakuisisi rumah sakit lain. Dari total 30 rumah sakit yang telah berdiri dan beroperasi dalam jaringan Hermina saat ini, tujuh di antaranya bergabung secara akuisisi sedangkan 23 lainnya dibangun dari awal (greenfield). Untuk dana akuisisi rumah sakit kami.menyiapkan dana per tahunnya Rp 50 miliar,” jelas Yulisar Khiat, Direktur Operasional.

Hermina merupakan salah satu jaringan rumah sakit yang sejak awal melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (J KN). Pada semester pertama 2018, JKN berkontribusi terhadap 67% dan’ total pasien rawat inap dan 49% dari total pasien rawat jalan. Meskipun kontribusi pasien JKN semakin besar terhadap usaha Perseroan secara keseluruhan, Perseroan selama ini tetap mampu menjaga margin yang stabil melalui pengoptimalan skala ekonomis serta perbaikan berkelanjutan khususnya dalam mengefnsienkan operasional Perseroan. Arus kas dari aktivitas operasi juga tetap positif dan stabil, menandakan manajemen piutang yang disiplin.

Pada 30 Juni 2018, Hermina telah mengoperasikan sekitar 3.200 tempat tidur dengan tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate / BOR) sebesar 62,2%. Sementara untuk volume pasien, Hermina mencatat sebanyak 143.500 pasien rawat inap (peningkatan sebesar 31.7% dibanding 1H17) dan kunjungan rawat jalan sebanyak 2,6 juta (peningkatan sebesar 24.4% dibanding 1H17). Total hari rawat inap meningkat sebanyak 29.0% yaitu mencapai 362.500, dengan rata-rata lama menginap (Average Length of Stay / ALOS) sebanyak 2,5 hari.

Dari Rp 1,25 triliun dana yang diperoleh melalui penawaran saham perdana (IPO), Perseroan telah menggunakan 77% dari dana tersebut untuk pengembangan rumah sakit baru (25%), pembelian alat medis (2%), pembayaran hutang Perseroan (38%), dan pembiayaan operasional umum lainnya (12%). (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *