Hasil RUPS, Sukardi Masuk Dijajaran Komisaris Bank Jatim

oleh

 

Direktur Utama Bank Jatim, Suroso bersama jajaran Direksi Bank Jatim lainnya memaparkan hasil RUPS kepada media di Surabaya, Selasa (20/2/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: Ada yang menarik dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jatim yang berlangsung Selasa (20/02/2018). Nama Akhmad Sukardi-Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, masuk dalam jajaran komisaris Bank Jatim menggantikan Heru Santoso.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Jatim, Suroso usai RUPS di kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya Selasa (20/02/2018). Dikatakan Suroso, Akhmad Sukardi, terpilih dalam RUPS sebagai Komisaris Utama.

“Selamat buat pak Sukardi dan kepada bapak Heru, kami sampaikan terima kasih atas kerjasama yang terbina cukup baik selama ini,” kata Suroso.

Selain perubahan pada posisi komisaris utama. Juga ada perubahan pada komisaris yakni, Subagyo digantikan Budi S.

Hasil RUPS juga mencatatkan Bank Jatim mampu menunjukan pertumbuhan dan performa kinerja keuagan yang bagus. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) laba BankJatim pada 2017 sebesar Rp1,16 triliun atau tumbuh 12,76 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah Bank Jatim mengalami pertumbuhan dengan meraup laba sekitar 12,76 persen dalam ketidakstabilan perekonomian global seperti ini. Sedang untuk kerdit tumbuh 7,01 atau sebesar Rp31,75 triliun (YoY),” jelas Suroso.

Bank Jatim juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)sebesar 21,48 persen atau Rp39,84 triliun. Hal ini menunjukkan masyarakat masih percaya dengan Bank Jatim. Sedang Casa rasio Bank Jatim selalu berada diatas 65 persen di tahun 2017, atau sebesar 69,89 persen.

Begitupula dengan tren harga saham bank Jatim (BJTM) juga mengalami kenaikan. Mengingat selama tahun 2017, pertumbuhan harga saham BJTM mencapai 17,60persn yang ditutup pada level Rp710/lembar di penghujung tahun 2017.

”Waku awal saya masuk harga saham Bank Jatim sekita Rp420/saham dan kini sudah naik fantas sebesar Rp710,”lanjutnya.

Di tahun ini 2018, BJTM membukukan harga saham tertinggi dalam sejarah sejak IPO di 2012 yaitu sebesar Rp840/lembar saham di bulan April 2017. Sedang NPL (tungakan) mengalami penurunan dari 4,77 persen menjadi 4,5 persen. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *