Gus Ipul Minta UAS Tak Batalkan Dakwah ke Jawa Timur

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus salah satu Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Ustadz Abdul Somad (UAS) tidak membatalkan niat dakwah ke Jawa Timur.

“Saya berharap Ustadz Abdul Somad tidak perlu membatalkan dakwahnya ke Jawa Timur. Apalagi yang saya dengar tidak ada yang melarang ke Jawa Timur,” kata Gus Ipul ketika ditemui di ruang kerja wakil gubernur Jawa Timur, Rabu (05/08/2018)

Rencananya UAS akan ceramah agama di beberapa daerah salah satunya ke Pondok Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, pada tanggal 18 September 2018 nanti. Persiapan acara di Ploso juga telah final dan sangat berharap UAS bisa hadir.

Di Ploso, UAS akan menghadiri pengajian dalam rangka haul para pendiri Pesantren Ploso. “Rencana ke Ploso sudah lama, sudah sejak tahun lalu. Saya berharap tidak batal ke Ploso,” ujarnya.

Apalagi, pesantren ploso adalah pesantren NU besar dengan ribuan santri yang berasal dari beragam daerah.

Jika alasan pembatalan karena keamanan, Gus Ipul menjamin saat ini situasi di Jawa Timur sangat kondusif. Dengan datang ke Jawa Timur setidaknya juga bisa menepis isu perpecahan di tubuh umat.

Gus Ipul mengatakan, dirinya yakin UAS adalah salah satu ustadz yang cinta NKRI sehingga tidak ada alasan untuk menolak kedatangan UAS.

“Saya lihat UAS cinta NKRI. Kalau ada pandangan berbeda silakan, tapi selama ini UAS ke Jatim juga tidak ada apa-apa. Jadi saya sayangkan kalau sampai batal,” kata dia.

Dalam kesempatan ini mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini juga berharap pimpinan Ansor dan Banser tidak mudah terprovokasi dan mengumbar statemen di media yang berujung kesalah pahaman.

“Ansor dan Banser itu tidak bicara orang tapi bicara aqidah, sopan-santun dan bicara kebangsaan. Membela ulama Kiai dan berada di tengah. Silakan pimpinan Banser dan Ansor bisa tabayun silaturahmi dengan Ustadz Abdul Somad,” kata dia.

Sekadar diketahui, pada Minggu 2 September 2018, dalam akun Instagramnya, @ustadzabdulsomad mengungkapkan, “Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.” Kj4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *