Gunakan e-Commerce, Penjualan Semen Gresik Alami Peningkatan

oleh

Kepala Biro Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Sigit Wahono dalam paparan kinerja Semen Gresik saat buka bersama media di Surabaya, Rabu (30/05/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: –
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membuat terobosan baru dalam hal pemasaran yakni dengan memanfaatkan tehnologi untuk penjualan produknya melalui e-Commerce dengan situs www.belanja.com sejak April 2018 lalu. Rencananya belanja online ini akan dikembangkan untuk seluruh Indonesia.

Kini menggunakan e-Commerce, Semen Gresik sudah mengalami pertumbuhan.Volume penjualan semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sampai April 2018 mengalami pertumbuhan mencapai 5 persen mencapai 10,14 juta ton dan 2017 hanya 9,6 juta ton.

Kepala Biro Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Sigit Wahono, mengatakan, di Jawa Timur Semen Gresik masih menjadi leader dengan market share 66,2 persen atau secara nasional tumbuh sebesar 5 persen. Namun sisi penjualannya menunjukkan penurunan 4,5 persen.

“Makin banyaknya pesaing dengan berdirinya pabrik semen lain di Jatim yang memperebutkan pasar yang sama. Di Tuban saja ada dua pabrik semen pesaing yang sudah beroperasi. Namun kami yakin, warga tetap cinta dengan produk dalam negeri,” ujar Sigit saat buka bersama media di Surabaya, rabu (30/05/2018).

Dengan e-Commerce yang mulai diujicibakan pada awal April lalu, menunjukkan perkembbangan menggembirakan, pada bulan-bulan pertama penjualan dengan memberi diskon, tanggapan masyarakat cukup besar. Bahkan diharapkan, sistem itu mampu mendongkrak penjualan semen di luar Pulau Jawa agar meningkat.

Seperti Banjarmasin, karena adanya semen pesaing dari negara lain, harga jual semen turun mencapai 10-30 persen.Hanya saja kondisi tersebut belum bisa mengembalikan harga semen seperti harga semula, karena pesaing memberiman harga yang jauh lebih murah, padahal biasa produksinya naik.

“Kami optimis dan berharap dengan penjualan online akan menjangkau berbagai pelosok dalam negeri bisa mendongkrak penjualan. Karena kami berkeyakinan dengan kepercayaan masyarakat yang mengetahui kualitas semen luar juga buruk, penjualan di kota itu membaik,” papar Sigit. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *