Gubernur Meresmikan Tugu Parasamya Purnakarya Jawa Timur di Titik Nol Surabaya

oleh

Surabaya, kilasjatim.com – Gubernur Jatim Soekarwo meresmikan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha di halaman kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110, Surabaya. Tugu ini berada di satu lokasi dengan patok Titik Nol Kilometer Kota Surabaya.

Peresmian Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha ini, sebagai bukti keberhasilan Provinsi Jatim di bidang pembangunan.
Tugu berbentuk patung ini dirancang dan dibuat oleh seniman I Nyoman Nuarta.

“Jatim sudah tiga kali mendapat kehormatan sebagai penyandang gelar Provinsi Purnakarya Nugraha. Ini prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Jatim,” kata Soekarwo di sela peresmian.

Di zaman Orde Baru pada tahun 1974, Jatim juga pernah memperoleh pataka Parasamya Purna Karya Nugraha yang diserahkan oleh Presiden Soeharto kepada Gubernur Jatim HM Noer di Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya.

“Setelah zaman Orde Baru, 40 tahun kemudian, Jatim kembali memperoleh tropi Parasamya Purnakarya Nugraha di tahun 2014,” tambah Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Penghargaan tertinggi keberhasilan pembangunan tersebut, diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan UU No 20/2009 tentang Pemberian Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Parasamya Purna Karya Nugraha ini diberikan sebagai penghargaan kepada institusi pemerintah/organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat selama tiga tahun berturut-turut.

Jatim menerima penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha sebagai hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2010, tahun 2011 dan tahun 2012. Penilaian dilakukan oleh tim nasional, kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya menduduki peringkat pertama atau terbaik secara nasional.

Pada tahun 2017, Jatim kembali meraih predikat sebagai  provinsi terbaik di bidang pembangunan. Untuk itu penyerahan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha dari Presiden RI disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10/2017).

Pada saat itu Jatim ditasbihkan sebagai Provinsi Parasamya Purnakarya Nugraha.
“Pemprov Jatim dinilai sebagai pemerintahan yang melakukan pembangunan secara holistik dan integralistik oleh karena itu Pemprov Jatim mendapatkan penghargaan tersebut dua kali berturut-turut,” ucapnya.

Di tempat sama, Nyoman Nuarta menambahkan sewajarnya Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha dengan bentuk yang sedemikian rupa dibuat dalam waktu 4-5 bulan. Namun, dia mengusahakan agar dalam waktu 2,5 bulan bisa selesai.

“Cukup sulit juga, karena menggabungkan beberapa kebudayaan yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Misalnya Karapan Sapi yang mempunyai sifat yang keras harus dipadukan dengan Gandrung yang lemah lembut. Tapi bagaimanapun kita usahakan agar nampak bagus,” paparnya.

Hadir dalam peresmian Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha tersebut, Kapolda Jatim, Irjen pol Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman dan Wakil Ketua DPRD Jatim, Tjutjuk Sunaryo. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *