Gubernur Jatim Imbau Masyarakat Tak Percaya Quick Count

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Masyarakat Jawa Timur (Jatim) diimbau untuk tidak langsung percaya terhadap quick count atau hitung cepat hasil Pilkada serentak 2018. Sebab, hitungan final tetap berada di KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan hasil quick qount bisa membuat proses pemilihan.

Imbauan itu disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo disela jamuan makan malam Election Visit Program di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (25/6). Hadir di acara itu, tim pemantau dari 9 negara, antara lain Timor Leste, Brunei, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Pilipina.

“Saat Pilkada ada quick count, yakni hitungan cepat yang bisa memunculkan siapa pemenangnya. Menang, tapi itu belum final. Tunggu pengumuman dari KPU pada 3 Juli,” ujarnya.

Menurut dia, hasil quick count bisa menimbulkan kegaduhan. Saat calon yang menang versi quick count melakukan hura-hura yang berlebihan, pada saat yang berbeda hitungan KPU ternyata hasilnya tidak sama. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan-permasalahan.

Untuk itu, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait pelaksanaan quick count. Surat yang dilayangkan tersebut dimaksudkan untuk meminta Kemenkominfo membatasi aktivitas quick count di Pilkada serentak 2018, khususnya di Jatim.

“Kita minta kepada Menkominfo agar membatasi quick count. Menkominfo punya otoritas untuk mengatur itu. Saya sudah mengirim surat kesana (Kemenkominfo, red),” ucap Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Secara terus terang, Pakde Karwo tidak ingin membatasi lembaga-lembaga tertentu untuk melakukan evaluasi dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018. “Tetapi, akan lebih baik jika evaluasi tersebut dilakukan setelah segala proses tahapan Pilkada serentak selesai,” cetusnya.

Menurutnya, pilkada serentak 2018 di Jatim akan menjadi pusat perhatian dunia. Sebab, akan ada 150 orang pengamat dari 25 negara yang bakal memantau jalannya proses pilkada di Indonesia.

Di Jatim bakal ada 24 orang yang akan mengamati dan melihat jalannya proses Pilkada termasuk jalannya Pilgub Jatim. Para pengamat luar negeri menilai masyarakat Jatim unik.

“Masyarakat Jatim multi kultur, banyak suku dan budayanya, tapi saat gelaran pilkada selalu berjalan kondusif dan aman,” jelas mantan Sekdaprov Jatim ini. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *