Gubernur Diminta Copot Ketua Dewan Kesenian Jatim

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Diduga mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim di Pilkada Jatim 2018, Gubernur Jatim Soekarwo diminta untuk mencopot Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Taufik ‘Monyong’ Hidayat. Taufik menggantikan Fauzi, Ketua DKJT periode 2014-2019 yang meninggal dunia karena sakit.

“Kamis (26/4) besok, kami berkirim surat dan meminta Gubernur Jatim Soekarwo mencopot Taufik. Surat ini juga ditembuskan kepada Ketua DPRD Jatim, Kepala Biro Kesos Setdaprov Jatim, Kepala Disbudpar Jatim dan DKJT,” kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tulungagung, Didik Handoko ketika dikonfirmasi, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, DKJT sudah dibawa ke ruang politik praktis untuk kepentingan dan manfaat pribadi Taufik selaku Ketua DKJT. Selama dipimpin Taufik, DKJT semakin mundur dan tidak ada kontribusi bagi DK kabupaten/kota.

Keterlibatan Taufik dalam dukung mendukung dalam Pilgub Jatim 2018, lanjutnya, terlihat dalam sebuah acara Forum Komunikasi Seniman dan Budayawan Jatim di Hotel Singgasana Surabaya, baru-baru ini. Dalam acara itu, Taufik menghadirkan Cawagub Jatim Emil Dardak. “Teman-teman Dewan Kesenian yang hadir bingung acara itu ternyata berbau politik praktis,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya yang tergabung dalam Forum Komunikasi DK Kabupaten/Kota se Jatim mendesak Pakde Karwo-sapaan akrabnya-untuk mencopot dan mencabut keabsahan SK Ketua DKJT yang telah diberikan kepada Taufik Hidayat. Apalagi, SK Gubernur Jatim perihal penunjukan saudara Taufik sebagai Ketua DKJT adalah tidak sah, karena bukan representatif DK kab/kota se-Jatim.

“Pedoman dasar DKJT yang disahkan Gubernur tidak sah, karena bukan hasil Musda di Hotel Isumo Kediri pada Desember 2013 yang telah disepakati,” tegasnya.

DK kab/kota juga minta kepada Pakde Karwo untuk memfasilitasi dan menyelenggarakan pelaksanaan Musdalub Dewan Kesenian kabupaten/kota se-Jatim untuk memilih kepemimpinan baru. Dan, menentukan arah DKJT ke depan lebih bermanfaat untuk kemajuan seni budaya di Jatim.

Pihaknya berharap ada solusi secepatnya untuk mengadakan musdalub. “Jika dalam waktu seminggu tidak ada jawaban, kami para Dewan Kesenian kabupaten/kota se-Jatim akan mendatangi kantor gubernur,” ancamnya.

Terpisah, Ketua DKJT Taufik ‘Monyong’ Hidayat membantah dirinya telah membawa lembaga DKJT ke arah politik praktis. Sebab, dia tidak berpartai dan berpolitik praktis.

“Saya hanya membuka akses bagi seniman dan budayawan yang ingin mendukung dan mendengarkan visi misi dari calon gubernur atau wakil gubernur. Kalaupun ada dukung-mendukung, itu sikap pribadi, bukan atas nama lembaga DKJT dan Dewan Kesenian kabupaten/kota,” jelasnya.

Dirinya mempersilakan jika ada Forum Komunikasi Dewan Kesenian kabupaten/kota se-Jatim berkirim surat ke gubernur. “Itu hak mereka. Yang pasti saya ingin menegaskan bahwa kekuatan seniman dan budayawan tidak bisa diremehkan dan dikesampingkan,” tegasnya.

Yang perlu diingat, tambahnya, pihaknya juga pernah berkirim surat ke calon gubernur lainnya. Namun, hingga kini belum ada respon. “Jadi, silakan saja kalau mau mendukung calon yang mana, itu hak politik masing-masing, asalkan tidak bawa-bawa nama lembaga DKJT,” ucap seniman nyentrik ini. Kj4

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *