GoFood Festival Angkat Pendapatan  Bisnis Kuliner  UMKM Hingga 3,5 Kali Lipat 

oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya –GoFood Festival di Grand City Mall Surabaya di Mall menjadi destinasi paling direkomendasikan bagi anak muda atau keluarga yang ingin makan dengan santai. Tempat ini menawarkan beragam makanan dan minuman dari berbagai usaha UMKM.

Keberadaan GoFood Festival dapat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pelaku UMKM, baik dari segi pendapatan atau penjualan, juga dari pengembangan usaha yang lebih maju. UMKM kini menjadi lebih siap menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina mengatakan, rata-rata transaksi UMKM meningkat 3,5 kali lipat setelah bergabung bersama GoFood.

“GoFood Festival menjadi langkah baru UMKM untuk menarik lebih banyak konsumen karena bukan hanya melayani konsumen yang datang berkunjung, tapi juga memenuhi permintaan online melalui layanan GoFood dari aplikasi Gojek,” kata Rosel Lavina.

Perlu diketahui, dari 500.000 mitra merchant GoFood di Asia Tenggara, 96 persen diantaranya merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha mikro, kecil dan menengah.
Sejak bergabung dengan GoFood pendapatan mereka meningkat.

Keberadaan GoFood Festival dapat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pelaku UMKM, baik dari segi pendapatan atau penjualan, juga dari pengembangan usaha yang lebih maju. UMKM kini menjadi lebih siap menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

GoFood Festival menjadi langkah baru UMKM untuk menarik lebih banyak konsumen karena bukan hanya melayani konsumen yang datang berkunjung, tapi juga memenuhi permintaan online melalui layanan GoFood dari aplikasi Gojek.

Selain itu kemudahan bertransaksi yang dihadirkan GoFood Festival juga turut menjadi daya pikat konsumen untuk datang, karena tidak perlu lagi membawa uang tunai cukup dengan mengisi saldo di layanan GoPay pengunjung sudah bisa membeli makanan ataupun minuman yang di tawarkan di GoFood Festival. Sungguh praktis, bukan.

Pendapatan pelaku UMKM yang bermitra dengan GoFood juga menyumbangkan pendapatan untuk ekonomi Kota Surabaya dan Indonesia. Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya mencatatkan data, investasi masuk ke Jawa Timur menembus Rp57,37 triliun selama 2018. Lebih dari 98,5% di antaranya berasal dari pelaku UMKM dan perusahaan perintis berbasis teknologi (startup).

Capaian investasi pada 2018 melebihi target awal yang ditetapkan yakni sebesar Rp 41,58 triliun. Secara rinci, mayoritas investasi tersebut berasal dari non-fasilitas yaitu sebesar Rp 56,5 triliun atau 98,5% dari total realisasi. Non-fasilitas merupakan investor yang memiliki badan usaha dengan nilai kurang dari Rp 15 miliar dan kebanyakan berasal dari lokal. Contohnya, UMKM, industri-industri rumahan atau kecil, dan startup.

“Perkembangannya (UMKM, industri rumahan, dan startup) cukup signifikan, sehingga angka investasinya juga cukup fantastis. Sebab, pemerintah kota juga memiliki kepedulian tinggi pada pemain di industri kecil dan menengah ini,” ujarnya.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi CK Walandouw menambahkan, kontribusi Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia, telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya dapat memperluas peluang penghasilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dari riset ini juga menyebutkan kontribusi mitra UMKM GoFood naik delapan kali lipat dibanding tahun 2017.

“Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GoFood ini akibat optimalisasi fitur Gojek dan GoFood yang semakin gencar digunakan oleh mitra UMKM. Gojek juga menjadi pintu masuk bagi UMKM Surabaya untuk meningkatkan pendapatannya,” kata Paksi.

Riset yang dilakukan selama November 2018 hingga Januari 2019 menyebutkan, 98% mitra UMKM mengalami kenaikan volume transaksi dengan rata-rata peningkatan omzet sebesar Rp6,4 juta per bulan. Lalu, 81% mitra UMKM menyatakan mereka pertama kali go online saat bergabung ke GoFood.
“Selain itu, 69% UMKM menginvestasikan kembali pendapatan dari GoFood ke usaha mereka,” papar Paksi.

Tidak hanya di Surabaya, berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang tertulis dalam laman feb.ui.ac.id menyatakan UMKM yang bergabung dalam platform GoFood dari aplikasi Gojek di sembilan kota berkontribusi lebih dari Rp 1,7 triliun kepada perekonomian nasional.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *