Gerak Harmoni Sekitar 600 Musisi

oleh


Malang, kilasjatim.com: Sekitar 600 musisi dari berbagai komunitas di Malang Raya siap unjuk kebolehan dalam Malang 105 Unity In Harmoni, sebuah pertunjukan kolosal menggabungkan seni tari, musik dan permainan lampu, berkekuatan 560 ribu watt. Gelaran ini dibuat untuk merayakan HUT Malang yang ke 105 di Stadion Gajayana, Rabu (10/4).

Menurut Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M), Jatmiko Widodo dalam jumpa pers di Ruang Serbaguna, Stadion Gajayana, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antar komunitas di Malang Raya. Tidak membedakan asal komunitas penari modern atau tradisional, penabuh drum maupun pemain bass, akan tampil bersama.
“Kita boleh beda kegemaran, beda komunitas, tapi ingat kita disatukan oleh energi musik. Satu tanah air, satu bangsa, Indonesia,” katanya.

Sedang Zam-Zam Damayanto yang bertugas menangani produksi acara, menyampaikan terima kasih tak terhingga pada semua pekerja seni yang terlibat. Mengingat seluruh kegiatan dilakukan atas kesadaran masing-masing.

“Bagaimana tidak bersyukur, kegiatan yang diawali dari nol rupiah, saweran lima puluh ribuan, sekarang jadi sebesar ini. Kita semua tidak dibayar karena tidak ada yang bayar. Ini murni dipersembahkan untuk kota Malang tercinta,” ungkapnya.

Sementara kegiatan ini juga mendapat dukungan dari KPU Malang, Azhari selaku perwakilan KPU menjelaskan jika pertunjukan kolaborasi ini bagian dari kampaye damai. Beda pilihan tetap tidak musuhan. Terutama untuk pemilih pemula. Selain itu pihaknya mentargetkan 15 penonton yang berasal dari jajarannya.

“Ini sosialisasi pada masyarakat, pemilih harus happy, momennya tepat menjelang pencoblosan,”terangnya.
Ada pun Erwin Yudistira, Humas 105 Unity In Harmony, pertunjukan ini ajang tahunan, ini tahun kelima . Diawali sejak 2014 di Taman Rekreasi Sengkaling, Kabupaten Malang. Kegiatan ini didukung oleh komunitas gitar Guitarisick, komunitas bassis Kubam, komunitas vokal VOM, komunitas drum MDC, komunitas kibordis dan komunitas kebudayaan kota Malang K3M. Serta 105 vendor dari sound community, komunitas genset dan lighting community. Serta komunitas tari tradisional seperti bantengan, jaranan dan barongsai. Kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *