Gaya Pendekatan Grass Root, KIM Sosialisasikan Pemilihan Serentak Sehat dan Aman

oleh

KILASJATIM.COM, Malang – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan mitra strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam mengedukasi warga terkait Pemilihan Serentak 2020 yang dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19. Kelompok ini memiliki banyak varian cara untuk mendekati masyarakat agar informasi tentang Pemilihan tersampaikan dengan baik. Salah satunya adalah memanfaatkan Karang Taruna dan PKK di desa atau kelurahan.

Ketua Forum KIM Jawa Timur, Nanang Rois, menilai pendekatan berbasis grass root (akar rumput) ini dianggap efektif karena memang pada dasarnya komposisi keanggotaan KIM memang terdiri dari dua komunitas masyarakat level bawah tersebut.

“KIM ini kan adanya di tingkat desa dan kelurahan. Bagaimana agar efektif dan strategis menyosialisasikan pemilihan yaitu memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang digalang oleh Karang Taruna, PKK, Posyandu dan lain-lain,” ujarnya di Malang, Kamis (26/11/2020).

KIM bertugas menyampaikan informasi yang bersifat nasional kepada komunitas lokal. Oleh karenanya KIM dituntut harus kreatif serta menyesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing. KIM di wilayah Jawa Timur misalnya, melakukan penetrasi masuk ke komunitas Ibu-Ibu PKK. Meskipun tidak bisa berkumpul secara tatap muka lantaran masih di masa pandemi, komunitas ini tetap aktif bersosialisasi melalui Whatsapp Group.

“Dari situ jalurnya kita ngobrol langsung dengan masyarakat, masuk ke WA Group komunitas warga jadi langsung bisa jadi perbincangan meskipun melalui media sosial,” jelasnya.

Koordinator IK Hankam Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Dikdik Sadaka menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah kreatif KIM dalam membantu Kominfo menyosialisasikan Pemilihan Serentak 2020. Menurut Dikdik, peran KIM sangat strategi karena bersentuhan langsung dengan komunitas masyarakat terkecil di level desa dan kelurahan.

“Muaranya hanya satu, kami ingin membantu KPU mencapai target partisipasi pemilih 77,5 persen di tanggal 9 Desember 2020 nanti,” ujar Dikdik.

Selain itu, Dikdik memaparkan beberapa langkah strategis yang dilakukan Kominfo dalam membantu persiapan penyelenggaraan Pemilihan. Pertama, Kominfo membantu KPU dalam penguatan jaringan di seluruh TPS untuk penerapan rekapitulasi berbasis elektronik dengan aplikasi Sirekap. Kedua, Kominfo terus mengawasi wilayah digital dari beredarnya berita bohong (hoaks), disinformasi dan konten-konten negatif lainnya. Kominfo juga melalukan sosialisasi melalui berbagai media dengan tagline “jaga suaramu, jaga kesehatanmu dan jaga masa depanmu”.

Dari pihak penyelenggara Pemilihan,  Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari mengatakan sejauh ini persiapan Pemilihan Serentak 2020 belum mendapati kendala yang berarti. Saat ini masih dalam masa kampanye calon kepala daerah yang sudah memasuki hari ke-61. KPU dalam setiap kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat. Terkait dengan hari H pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, Royce mengingatkan warga untuk tidak perlu khawatir karena KPU sudah menyiapkan berbagai protokol ketat di TPS.

“Ada 9 hal baru di tanggal 9 desember untuk menjamin kesehatan pemilih yaitu pemilih wajib datang sesuai jadwal di undangan, TPS maksimal 500 pemilih, pemeriksaan suhu tubuh para pemilih, fasilitasi sarung tangan untuk pemilih, disediakan tempat cuci tangan, pemilih wajib jara jarak minimal 1 meter, penyiapan bilik khusus bagi pemilih bersuhu di atas 37,3 derajat, baju hazmat & APD bagi petugas KPPS, pemilih diberikan tinta tetes” ujar Royce. Kj2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *