Forkopimda bersama Ribuan Warga Jatim Gelar Salat Istisqa

oleh
Gubernur, Kapolda, dan Pangdam V Brawijaya menuju lokasi Salat Istisqa di depan Mapolda Jatim.

SURABAYA, KILASJATIM.COM – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur bersama ribuan warga menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Mapolda Jatim, Minggu 6 September 2019.

Salat Istisqa yang didahului doa bersama tersebut digelar menyusul kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia. Turut hadir dalam salat istisqa yakni Kapolda Jatim, Irjen Pol, Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi, dan Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi, Ketua MUI Jatim, mahasiswa, pelajar serta organisasi kemasyarakatan.

Salat Istisqa dipimpin oleh Ketua MUI KH. Abdusommad Buchori sementara istigasah dipimpin oleh ketua PWNU Jawa Timur, Kyai Marzuki Mustamar.

“Melalui doa bersana, istigasah serta Salat Istisqa kami mohon kepada Allah SWT untuk  menurunkan hujan yang berkah agar kebakaran hutan lahan dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia segera berakhir serta bangsa  Indonesia aman damai ,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

Ribuan warga Jatim mengikuti Salat Istisqa.

Khofifah mengatakan, sekitar 24 kabupaten/kota di Jawa Timur dilanda kekeringan. Akibatnya, selain warga kesulitan memperoleh air bersih juga mempengaruhi hasil produksi pertanian.

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim terus berupaya melakukan dropping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

“Hingga saat ini, kami masih lakukan dropping air bersih pada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” imbuhnya.

“Semoga hujan yang turun membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan air. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan semuanya melimpah ruah,” tambah Khofifah.

BACA JUGA: Khofifah Temui Perantau Jatim dari Wamena Yang Tiba Malang

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, guyup rukun. Menurutnya, gesekan sekecil apapun yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan dengan cara duduk bersama dan tabayyun (klarifikasi).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan mulai merata di seluruh Indonesia pada November. Puncak musim hujan sendiri diprediksi akan terjadi di awal tahun depan atau 2020. (*/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *