Di Tahun Politik MPM Targetkan Penjualan Hanya 3 Persen

oleh

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), diler sepeda motor Honda di wilayah Jawa Timur dan NTT diawal tahun 2019 mencuri start yang menguntungkan konsumen. Untuk pembelian Vario series baik secara kredit maupun cash sepanjang Januari – Maret 2019 akan mendapatkan hadiah langsung berupa voucher belanja dan berhak mengikuti paket undian serta diskon 4x angsuran.

“Hal ini dilakukan untuk menggenjot penjualan 2- 3 persen. Mengapa targetnya hanya berkisar angka tersebut karena kami juga masih melihat pasar ada kecenderungan kenaikan suku bunga dan nilai tukar rupiah ke dolar yg masih belum stabil. Apalagi tahun ini kan merupakan tahun politik semoga saja pemilu berjalan damai dan lancar,” kata Presiden Direktur PT MPM, Suwito saat update market di Surabaya, Jumat (25/01/2019)

Berbagai cara untuk.meningkatkan penjualan tahun ini MPM juga menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya seperti menyiapkan varian produk baru sesuai perkembangan dan permintaan pasar saat ini.
Diantaranya dengan menggandeng komunitas-komunitas motor.

Secara terinci Suwito memaparkan sepanjang tahun 2018 pasar roda 2 cukup bagus karena faktor cuaca sangat mendukung sehingga sektor pertanian tidak mengalami kendala dan hasil panen berhasil. Selain itu hasil panen seperti padi, tembakau dan jagung harganya cukup bagus dan relatif stabil.

Secara umum pasar kendaraan roda dua tumbuh 11 persen sedangkan pasar Honda tumbuh 11,1 persen dengan pangsa pasar tumbuh dari 87,7 persen ditahun 2017 menjadi 87.9 persen pada tahun 2018.

“Dari pertumbuhan sebesar 87,9 persen kontribusi dari penjualan matic mencapai 89,3 (2018) atau naik jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 86 persen. Sedangkan bebek dari 4 persen di tahun 2017 naik menjadi 5 persen di tahun 2018. Demikian pula pasar sport dari 7 persen tahun 2017 menjadi 9 persen di tahun 2018,” urai Suwito.

MPM mencatat, penjualan sepeda motor selama 2018 mencapai 925.000 unit. Jumlah tersebut meningkat 11,1% dibandingkan penjualan 2017 lantaran kondisi cuaca sangat baik dan berpengaruh terhadap sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Sebagian besar konsumen kami kan bekerja di sektor agri, dan sektor ini kalau menurun, maka sektor perdagangan ikut terpengaruh. Apalagi di perekonomian Jatim ini dikontribusi sektor pertanian mencapai 17%,” jelasnya.

Suwito menambahkan, pasar motor matik semakin kuat dan semakin diminati pasar saat ini karena lebih praktis.

“Bahkan masyarakat Jatim saat ini cenderung menyukai sepeda motor matik dengan bodi besar seperti PCX. Banyak pengguna motor sport beralih ke PCX karena lebih praktis, sampai penjualan PCX kita tembus 3.000 unit/bulan,” tegasnya.

Sedangkan volume penjualan sebesar 925 ribu unit ritel untuk Jatim NTT, kontribusi dari penjualan Beat 34 persen, Vario series 38 persen,
Scoopy 23 persen dan sisanya untuk tipe lainnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *