Di Jatim, PUSAD: Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandiaga

oleh

Surabaya, kilasjatim.com – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin diprediksi mulus memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dari berbagai lembaga survei, semua mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf dibanding rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terbaru, survei yang dikeluarkan Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Dalam rilisnya, di Jatim, Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas tinggi dibanding pasangan nomor urut 02 itu.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 56,8 persen dan Prabowo-Sandiaga sebanyak 38,3 persen. “Yang belum memilih 4,9 persen,” kata Direktur Eksekutif PUSAD UM Surabaya, Satria Unggul WP usai rilis survei politik Jatim 2019 di Gedung Rektorat JM Surabaya, Kamis (28/3/2019).

Survei PUSAD UM Surabaya dilaksanakan tanggal 5-20 Maret 2019, dengan sampel sebanyak 1.067 responden. Tingkat toleransi (standart of error) 3 persen dan tingkat kesalahan (margin error) 5 persen.

Teknik pengambilan sampel memakai multistage random sampling. Dimana, lokasi diambil di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Masing-masing kab/kota diambil 4-5 kecamatan untuk dijadikan sampel penelitian secara proporsional.

“Dari survei kami, penentuan sikap politik masyarakat Jatim sebesar 95,1 persen. Tidak terjadi perubajam signifikan untuk pilpres 2014 ke pilpres 2019. Artinya, masing-masing capres-cawapres mempunyai modal pengalaman berkontestasi serta memiliki pendukung yang relatif kuat,” tambah Satria.

Menurutnya, keunggulan Jokowi-Ma’ruf berkat dukungan suara partai politik (parpol), seperti PDIP. Di Mojokerto, Ponorogo dan Lumajang, Jokowi-Ma’ruf menang. Sebaliknya, suara Prabowo-Sandiaga didominasi di daerah-daerah yang justru lebih variatif. Misalnya di Jember yang mayoritas NU, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

“Pergerakannya cukup dinamis di akar rumput di masing-masing kab/kota. Elektabilitas meningkat dan bertahan di angka tersebut baru-baru ini. Untuk bertahan hingga coblosan, tinggal melihat mesin parpol masing-masing figur di capres-cawapres bisa menggerakkan isu, seperti program dan lain-lain,” paparnya. (wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *