Crown Group Berhasil Jadi Ikon Baru dan Dobrak Batasan Inovasi Arsitektur di Australia.

oleh

GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group, Bagus Sukmana ketika presentasi di Surabaya terkait  keberhasilan pembangunan crown group di Australia Selasa (7/8/2018)

 

SURABAYA, kilas Jatim.com: – Perusahaan pengembang terkemuka di Australia, Crown Group, berhasil menancapkan sebagai pengembang dan menjadi ikon baru sekaligus mendobrak batasan inovasi arsitektur di Australia.

Dikatakan GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group, Bagus Sukmana keberhasilan tersebut karena Crown Group mendominasi pembangunan selama ini di negara tersebut. Bahkan belum.lama ini mengumumkan proyek terbarunya, berlokasi hanya 4 km dari CBD Sydney, dan akan diluncurkan pada bulan November.

“Rencana pembangunan yang berlokasi di 48 O’Dea Avenue Waterloo tersebut akan terdiri dari 384 unit apartemen mewah di Iima menara hunian, dari 4 hingga 19 lantai serta gabungan restoran, kafe, dan pertokoan.” jelas Bagus Sukmana saat presentasi di Surabaya Selasa (7/8/2018)

Menara hunian ini akan dirancang oleh 3 arsitek kelas dunia sekaligus dalam sebuah proyek hunian yang bukan hanya akan menjadi ikon baru namun juga mendobrak batasan inovasi arsitektur di Australia.

Sementara itu CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito, memperkirakan harga properti Sydney akan terus tumbuh dengan persentase satu digit.

Australia Berada Di Peringkat Lima Besar Dunia Bagi Para Ultra-High-NetWorth-Individuals Yang Berencana Membeli Properti Utama Pada Tahun 2018. Pengawasan dari APRA akan semakin memperkuat pasar hunian di Sydney terhadap praktek kredit macet, yang mungkin akan sedikit melambatkan pertumbuhan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang mampu membuat pasar terhindar dari resiko.

”Harga apartemen di Sydney akan bertahan Iebih baik Iagi di tahun-tahun mendatang karena ekonomi Australia secara keseluruhan sehat,” kata Iwan Sunito.

Ditambahkan,  populasi terus tumbuh, tingkat pengangguran dan suku bunga masih relatif rendah dan stabil, pasar tenaga kerja yang kuat dan pendapatan yang meningkat akan mendorong pertumbuhan harga properti Sydney.

Langkah-langkah pengawasan APRA (Australian Prudential Regulation Authority) dan standar kredit yang Iebih ketat memiliki beberapa dampak positif pada pasar hunian nasional secara keseluruhan.

APRA atau Australian Prudential Regulation Authority adalah otoritas hukum Pemerintah Australia dan regulator prudential industri jasa keuangan Australia.

“Senang rasanya melihat bahwa kebijakan APRA membantu mengurangi risiko pinjaman dan tetap menjadikan pasar properti kami bahkan Iebih sehat,” paparnya.

Perubahan ini terutama ditargetkan pada investor properti, karena ini, Pihaknya mulai melihat tren baru pembeli hunian pertama Iebih aktif di pasar properti Sydney saat ini, yang menikmati hibah pemerintah dan konsesi bea materai di New South Wales.

“Dan ini adalah berita yang sangat baik bagi para pembeli kami dari luar negeri, terutama mereka yang berasal dari Tiongkok dan Indonesia, pasar terbesar kami di luar Australia” tegas Iwan Sunito.

Menurutnya First Home Owners Grant (Rumah Baru) adalah kebijakan hibah pemerintah. Mereka yang membangun properti baru berhak atas hibah Rp. 105 juta untuk rumah senilai hingga Rp. 7,5 Milyar.

“Sementara mereka yang membeli properti/hunian baru senilai hingga Rp. 6 Milyar juga berhak mendapatkan jumlah yang sama yaitu Rp. 105 juta.”kata Iwan.

Menurut data terbaru dari CoreLogic, persentase pembeli rumah pertama telah terlihat berlipat ganda dari 7,5% pada awal 2017 menjadi hampir 15% pada akhir tahun lalu.

“Pasar saat ini menjadi Iebih menguntungkan bagi para pembeli hunian pertama dan “upgraders” bisa merasa jauh Iebih mudah untuk melakukan langkah pertama mereka untuk membeli properti mereka sendiri di pasar properti yang stabil dan sehat.”tambahnya.

Di sisi Iain, menurut data Australian Bureau of Statistic (ABS) perihal pembiayaan perumahan terbaru, investor “masih aktif di pasar”.

Meskipun kriteria kemudahan servis yang Iebih ketat dan tingkat hipotek yang Iebih tinggi, investor masih menyumbang 51% dari permintaan hipotek baru, jauh di atas rata-rata jangka panjang sebesar 37%.

”Kami memperkirakan bahwa dengan pasar properti yang stabil, nilai-nilai apartemen diperkirakan akan meningkat dengan persentase satu digit untuk Sydney selama beberapa tahun ke depan,” kata Sunito.

Sementara itu, dikutip dari www.therealestateconversation.com.au, Knight Frank, konsultan properti global yang disegani, menyatakan bahwa pasar properti mewah tidak mengalami penurunan.

Menurut Chief of Residential Knight Frank, Australia, Sarah Harding, ”Survei Terbaru Knight Frank menunjukan bahwa Australia adalah tujuan global ketiga yang paling disukai bagi para ultra-high-net-worth yang berencana beremigrasi, setelah lnggris Raya dan Amerika Serikat.

Jumlah individu ultra-kaya di Australia (+Rp.700 Milyar dalam aset bersih) tumbuh sebesar 10% pada tahun 2017.

Komposisi uang yang dialokasikan untuk properti diperkirakan meningkat hingga 23% dari porsi jumlah individu ultra-kaya (UHNWI) global yang mempertimbangkan melakukan pembelian hunian internasional pada tahun ini saja.

Sejak 2014, penjualan hunian “prime” di Sydney (+Rp. 30 milyar) telah meningkat setiap tahunnya. Harga hunian “prime” di Sydney naik 8,7% dibanding 2017 menjadikannya kota dengan performa pertumbuhan terbaik ke-9 secara global, sementara Melbourne berada di urutan ke-10, yang berhasil tumbuh sebesar 8,3%. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *