BPR Launching Logo Bersama OJK, Bangun Reputasi

oleh Sebar Tweet

 

Usai meninjau stand peserta, Ketua Umum Perbarindo, Joko Suyanto (tengah) memberikan keteranngan pada wartawan.

MALANG, kilasjatim.com:
Industri BPR – BPRS telah melayani masyarakat Indonesia selama hampir 30 tahun dan masih tetap tumbuh, eksis serta menjadi mitra strategis dengan mengedukasi sekitar 16, 6 juta
pelaku UMKM.

Seiring dengan peringatan Hari BPR – BPRS Nasional yang dipusatkan di Kota Malang Minggu (8/07/2018) ini juga merupakan salah satu langkah mendekatkan diri pada masyarakat.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan dilakukan serentak di 24 DPD di Indonesia, perayaan nasional dipusatkan di Kota Malang, karena peserta di kota ini terbanyak mencapai angka 21 ribu.

“Moment ini, merupakan langkah kita mendekatkan diri sebagai BPR secara riil pada masyarakat di setiap daerah agar pemahaman masyarakat menjadi lebih baik. BPR juga mempunyai pelayanan publik berupa jasa seperti bank umum. Kita ingin masyarakat benar-benar memahami dan mereka terliterasi. Sasaran kita agar masayarakat tersambung dengan perbankan sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Joko Suyanto.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Perbarindo mendapat dukungan penuh OJK memperkenalkan Logo BPR bersama. Logo BPR bersama dibuat melalui kajian akademik dan diskusi intensif melibatkan OJK, Perbarindo, Konsultan Branding.

“Tujuan Logo BPR bersama yaitu untuk memperkuat brand industri BPR dan membangun reputasi yang khas dalam rangka menghadapi tantangan di masa depan. Kedua, Untuk menyelaraskan BPR seluruh Indonesia dalam pengelolaan brand, hingga menciptakan pengelolaan brand yang terintegrasi. Dan Ketiga, Untuk menjadikan BPR sebagai institusi keuangan yang terpercaya dan dapat meningkatkan inklusi keuangan,” urainya.

Harapannya, adanya Logo BPR bersama adalah seluruh BPR di Indonesia mempunyai reputasi yang konsisten, sehingga dapat memperkuat Brand Industri BPR dalam menghadapi persepsi negatif dan tantangan di masa depan.

“Selain itu, adanya Logo BPR bersama diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat kepercayaan dari Nasabah terhadap BPR sebagai lembaga keuangan yang diawasi oleh OJK dan di jamin oleh LPS. Untuk Itu, Perlu adanya sebuah momentum untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap Industri BPR-BPRS. Untuk memperkuat Branding positif BPR – BPRS di mata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR – BPRS,” papar Joko.

Pada kesempatan itu Joko juga menjelaskan kinerja keuangan industri BPR – BPRS telah melayani masyarakat Indonesia selama hampir 30 tahun dan masih tetap tumbuh, eksis serta menjadi mitra strategis pelaku UMKM. Kinerja Industri BPR sampai dengan Bulan April 2018 masih sangat baik, Aset Industri BPR mencapai Rp 128 triliun atau tumbuh 10,95% dibandingkan posisi tahun lalu, kredit yang disalurkan mencapai Rp 93 triliun atau tumbuh 9,16%.

Fungsi intermediasi lainnya juga dapat dijalankan dengan baik yaitu penghimpunan dana, hal ini terlihat dari tabungan yang tumbuh sebesar 13,66% dan deposito tumbuh sebesar 10,83% dibandingkan setahun yang lalu, tabungan BPR Per April 2018 mencapai Rp 27 triliun dan deposito mencapai Rp 60 triliun. (kj4)