BOSCH Indonesia Optimis Tahun 2019 Memproyeksikan Kinerja Tumbuh Double Digit

oleh

 

Managing Director Bosch Indonesia Andrew Powell memaparkan pencapaian kinerja dan supportnya terhadap Indonesia saat di Surabaya Jumat (18/10/2019)

SURABAYA, kilasjatim.com:-
Bosch, perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka kian mantap mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia.

Kinerja Bosch Indonesia pada tahun lalu kian moncer dan mengakhiri tahun fiskal 2018 dengan nilai penjualan terkonsolidasi di Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun, meningkat delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Managing Director Bosch Indonesia Andrew Powell mengatakan, tahun ini, Bosch Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding tahun lalu. Bosch Indonesia optimistis kinerjanya di tahun ini mengalami pertumbuhan double digit.

“Sejak tahun 2016, pertumbuhan penjualan produk Bosch di Indonesia selalu naik double digit. Di tahun ini kami berharap pertumbuhan kinerjanya bisa lebih besar lagi atau minimal sama dengan tahun lalu,” ujar Andrew Powell di Kantor Cabang Bosch I di Indonesia di Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Sepanjang 2018, Bosch berhasil mempertahankan pertumbuhan di semua sektor bisnis dan memperkuat kehadirannya di platform e-commerce, serta meningkatkan visibilitas untuk solusi terkoneksi dan terotomatisasi yang dimiliki.  Saat ini perusahaan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan.

Bosch, berkomitmen untuk menghadirkan produk berteknologi mutakhir yang inovatif. Pada Divisi Mobility Solutions misalnya, Bosch berhasil menghadirkan Electronic Control Unit (ECU) dengan label “Made in Indonesia” untuk pertama kalinya pada 2018. ECU tersebut diproduksi di fasilitas powertrain Cikarang, Jawa Barat.

Permintaan lokal untuk ECU berlanjut pada 2019 dan perusahaan telah mendapatkan pesanan untuk beberapa tahun ke depan. Pengenalan stasiun pengisian EV untuk kendaraan hibrida dan listrik dari divisi Automotive Aftermarket turut berkontribusi pada keberhasilan sektor ini.

“Pertumbuhan di sektor bisnis Consumer Goods terdorong lewat kehadiran produk-produk Bosch yang lebih kuat di semua platform e-commerce, serta penyelesaian proyek apartemen mewah untuk South Hills Residences di Jakarta,” jelasnya.

Sedangkan pada divisi Building Technology meluncurkan rangkaian produk ‘Loud & Clear’ dari Electro Voice dan Dynacord serta memperkenalkan Aviotec Video Fire Detection Camera untuk berbagai industri. Sektor bisnis Industrial Technology secara khusus berfokus pada otomatisasi pabrik dan manufaktur terdepan.

“Tahun lalu, divisi Termotechnology mengirim boiler industri ke pabrik perawatan kulit dan ban terbesar di Indonesia. Selian itu Bosch Rexroth, divisi Drive and Control, juga memperkenalkan berbagai komponen hidraulis dan sistem penggerak untuk industri minyak sawit dan pertambangan, seperti CytroPac dan Hagglunds, serta membuka pusat layanan baru di Balikpapan,” urai Andrew Powel.

Bosch siap mendukung program pemerintah dan memberi solusi Industri 4.0 dengan mewujudkan visi pabrik pintar. Powell menegaskan bahwa peluncuran peta jalan “Making Indonesia 4.0” oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini makin mendorong permintaan terhadap solusi pabrik yang terkoneksi dan proses manufaktur otomatis.

”Bosch mendukung bisnis dan pabrikan lokal di Indonesia melalui berbagai solusi otomatisasi lintas domain berkat kemampuan dan kompetensi kami yang mampu menjangkau berbagai industri, mulai dari industri otomotif, makanan dan minuman, hingga percetakan dan pengemasan,” paparnya.

Dan terakhir Digitalisasi Indonesia adalah ekonomi internet terbesar dan paling cepat berkembang di Asia Tenggara .

“Di tengah ketidakpastian global yang meningkat prospek ekonomi I di esia terus berkembang positif dan akan memasuki masa keemasan . Kami yakin Indonesia akan tetap memiliki andil besar di ASEAN. Bosch akan terus mendukung dan support dalam perkembangan pesat ini,” tandas Powel. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *