BEKRAF : Gelaran Musikologi Series Diharapkan Bisa Dukung Pemanfaatan Ekonomi Yang Optimal

oleh

 

Dwiki Dharmawan (kanan) , Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia bersama Restog Krisna Kusuma, Sekretaris Utama Bekraf saat jumpa pers di Surabaya Sabtu (12/10)

SURABAYA, kilasjatim.com: –
“MUSIKOLOGI SERIES,” sebuah acara konferensi musik yang diprakarsai Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) didukung Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya Sabtu (12/1), merupakan konferensb i musik
dengan program edukasi sharing knowledge dari para ahli musik dan praktisi industri musik kepada para insan musik untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang industri musik, coaching clinic yang berhubungan dengan industri musik.

Restog Krisna Kusuma, Sekretaris Utama Bekraf mengatakan, diharapkan acara ini juga dapat menambah jaringan dan relasi untuk mereka yang bersinggungan dengan industri musik.

” Surabaya merupakan kota ke lima dari gelaran Musikologi Series setelah sebelumnya sukses diadakan di Yogyakarta, Palembang, Medan, Ambon dan Manado, di mana di setiap kota tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari peserta,” katanya kepada media di Surabaya Sabtu (12/10).

Diambil dari perpaduan kata Musik dan Ekologi, MUSIKOLOGI SERIES adalah konferensi musik dengan program edukasi sharing knowledge dari para ahli musik dan praktisi industri musik kepada para insan musik untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang industri musik, coaching clinic yang berhubungan dengan industri musik, disamping itu acara ini dapat menambah jaringan dan relasi untuk mereka yang bersinggungan dengan industri musik.

BEKRAF didukung Yayasan Anugerah Musik Indonesia berusaha untuk terus menggali potensi dan memacu gairah ekosistem dari industri musik. MUSIKOLOGI SERIES menargetkan 500 peserta dari setiap kota yang akan dikunjungi, yang terdiri dari komunitas musik, sekolah musik, pemain musik, mahasiswa, dan orang-orang yang bersinggungan serta tertarik dengan industri musik.

Acara ini terbagi dalam dua agenda besar. Pertama adalah paparan dari deputi-deputi BEKRAF, dilanjutkan dengan konferensi yang menghadirkan artis, musisi dan para profesional di industri musik, di mana peserta berkesempatan untuk mengikuti sharing session dengan para panelis.

Adapun agenda kedua adalah Coaching Clinic, yang memberikan pelatihan elemen penting dalam memproduksi sebuah karya musik yang baik. Hadir sebagai panelis dan pembimbing antara lain Badai Ex Kerispastih, Ikmal Tobing, Eghay D’Masiv, Erwin Prasetya, Irfan Samsons serta para professional di industri musik.

Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI.
menambahkan, acara ini diharapkan dapat mendukung serta membantu generasi muda dan insan musik Indonesia untuk terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, kualitas, kapasitas, produktivitas, dan industri kreatif Indonesia.

“Pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HKI) penting bagi musisi agar karyanya terlindungi dan bisa dikelola untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang optimal. Melalui kegiatan Musikologi inilah kami membagikan pengetahuan tentang pentingnya HKI sehingga karya-karya musisi terhindar dari eksploitasi dan penggunaan yang merugikan,” jelas Ari.

Sementara itu Dwiki Darmawan
Ketua Umum Yayasan AMI dan Ketua Program Acara Konferensi MUSIKOLOGI menambahkan, setiap musik yang dimainkan harus beyond the limit, tanpa batas. Musisi harus selalu siap dalam segala hal. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *