Bank Maspion Fokus Garap Pasar Komunitas Lewat Tabungan DASYATT

oleh

M. Pujiono Santoso Komisaris Utama Independen (kanan) Herman Halim Direktur Utama Bank Maspion (kiri)engapit jajaran direksi  Iis Herijati Direktur Kepatuhan Independen, Yunita Wanda Direktur Kredit dan Theresia Endah Winarni, Direktur Marketing usai paparan publik di Kantor Pusat Bank Maspion Kamis (27/06/2019)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: Bank Maspion dalam laporan keuangan dalam paparan publik di Kantor Bank Maspion Kamis (27/06/2019) mencatatkan pencapaian pada 2018, Perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 95,21 miliar atau mengalami peningkatan dari Rp 93,16 miliar pada 2017.

Dan laba tahun berjalan sebesar Rp 71,01 miliar atau mengalami peningkatan dari Rp 69,50 miliar pada 2017.

Pada akhir 2018, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Bank tercatat sebesar 1,54% dan 6,35%. Rasio kecukupan modal Bank (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 21,28%.

Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim menyatakan, seiring dengan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan dengan baik pertumbuhan kredit bank pada 2018 tercatat sebesar Rp 4,977 triliun atau tumbuh sebesar 10,04%, meningkat dibandingkan dengan total kredit pada 2017 sebesar Rp 4,522 triliun.

Dari sisi total dana pihak ketiga (DPK) terhimpun sebesar Rp. 4,933 triliun atau tumbuh 5,97% dari Rp 4,656 triliun di tahun sebelumnya,” kata Herman Halim.

Pada kesempatan ini Herman Halim juga menyampaikan saat ini Bank Maspion tengah aktif menggarap dan mengembangkan program UMKM dengan menyasar komunitas

Program-program yang berperan untuk mendukung nasabah komunitas meliputi program tabungan Semarak 28, payroll dengan benefit berupa asuransi jiwa dan kecelakaan kerja, serta kredit konsumtif community.

Untuk meningkatkan portofolio UMKM, Bank meluncurkan program tabungan DASYATT (Tabungan Dagang Saya & Teman Teman) bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi pengusaha UMKM melalui kesempatan menjadi sub-distributor produk produk Maspion Group.

“Pasar komunitas  ini memang menjadi fokus Bank Maspion. Pengembangan ini telah memberikan hasil sebagaimana terlihat pada peningkatan jumlah rekening bank,” imbuhnya.

Selain program-program tersebut di atas, Bank Maspion juga akan melakukan pengembangan fitur layanan untuk meningkatkan penetrasi kepada nasabah community khususnya pada layanan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Antara lain penambahan fltur baru pada Maspion Electronic Banking Individual dan Bisnis serta penambahan delivery channel berUPa kas mobil, ATM dan Cash Recycle Machine.

Pada tahun ini, Bank akan mengembangkan fitur Pencairan pinjaman menggunakan kartu ATM/Debit, Financial Supply Chain Management, menjalin kerjasama dengan merchant aggregator yang bekerjasama dengan acquiring bank beberapa jenis kartu meliputi Visa, Master, GPN dan J CB, meluncurkan program untuk meningkatkan UMKM serta membentuk cash management unit.

Sementara itu, Direktur Marketing Bank Maspion, Theresia Endah menambahkan program tabungan DASYATT, fokus menggarap nasabah komunitas seperti sekolah, perguruan tinggi, pelaku usaha kecil menengah (UMKM), trading, pondok pesantren, apartemen dan banyak lainnya.

“Selama ini yang kami lakukan dengan promosi dan marketing secara door to door. Dengan menjaring komunitas lebih mengefisienkan langkah yang dilakukan agar hasil yang didapat lebih maksimal,” jelasnya.

Sejak menggandeng komunitas saat ini ada sekitar 48 komunitas yang sudah bekerjasama dengan besaran tabungan yang terhimpun sela kurun waktu 6 bulan sebesar Rp 500 juta.

“Saat ini sebanyak 25 komunitas lainnya dalam taraf pembicaraan dan akan ditindaklanjuti. Semua butuh proses, kita sudah mulai memprosesnya,” papar Theresia. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *