Bank Danamon Catatkan Kredit 2018 Tumbuh Dua Digit

oleh

Andri Y Sambas (tengah), Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, dalam paparan pencapaian kinerja Bank Danamon tahun 2018 di Surabaya, Rabu (20/03/2019)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2018 yang berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,9 triliun atau tumbuh 7% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong oleh pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci, seperti Perbankan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Consumer Mortgage, Enterprise Banking serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance. Bank juga mencatatkan kualitas aset yang lebih baik, ditandai dengan turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5%.

Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon mengatakan, sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun 2018 lalu, ditandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, MUFG.

“Ini menempatkan Bank Danamon sebagai bagian dari bank kelas dunia, serta merefleksikan keyakinan dan optimisme MUFG atas potensi pertumbuhan Indonesia kedepan. Bank Danamon terus membukukan pertumbuhan laba dari inisiatif transformasi jangka panjang kami, dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta menerapkan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” katanya dalam siaran persnya Rabu (20/03/2019).

Pertumbuhan Dua Digit pada Portofolio Kredit di Segmen Kunci Portofolio kredit Perbankan UKM tumbuh 10% menjadi Rp 31,2 triliun. Portofolio Enterprise Banking, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11% menjadi Rp 41,5 triliun.

Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 29% menjadi Rp 7,8 triliun.
Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13% secara keseluruhan menjadi Rp 51,3
triliun pada akhir tahun 2018. Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15% dan 23% untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12% menjadi Rp 137,2 triliun
dibandingkan setahun sebelumnya.

Sementara itu pencapaian kinerja Bank Danamon Jatim mencatatkan penyaluran kredit sepanjang tahun 2018, menunjukkan adanya hingga peningkatan 3,38 persen. Targetnya tahun 2019 bisa tumbuh lebih baik lagi.

Hal ini disampaikan Andri Y Sambas, Regional Head PT Bank Danamon Surabaya pencapaian 2019 secara global mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen di atas angka nasional.

“Kami melihat potensi untuk pertumbuhan sektor industri, perdagangan, dan pembiayaan serta sektor lainnya masih besar. Kami optimis Jawa Timur bisa mencapai target. Mengingat Jawa Timur tidak hanya sebagai tempat produksi saja, tapi juga pasar yang jangkauannya hingga kawasan Indonesia Timur,’ katanya.

Pada kesempatan yang sama, Jemmy Toding, Regional SME Head Regional Surabaya, menambahkan, di wilayah Jatim, pasar SME atau usaha kecil menengah sangat besar.

“Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, kami menawarkan program modal usaha perdagangan yang terkait dengan event atau moment,” jelas Jemmy.

Sementara itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Danamon di wilayah Jatim di tahun 2018 lalu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,90 persen. Dengan jumlah nasabah Bank Danamon di wilayah Jatim mencapai 157.000 nasabah. Angka itu masih menunjukkan kinerja yang positif di wilayah Jatim. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *