Mensos Dorong Pendamping PKH Jadi Motivator Penerima Bansos

oleh

Jakarta, kilasjatim.com: Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus bisa memotivasi penerima PKH agar mampu mandiri sehingga tujuan program ini dapat tercapai.

“Pendamping PKH harus mampu memotivasi dan mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH agar memiliki motivasi untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, mampu mengarahkan anak-anak penerima PKH meraih berprestasi di berbagai bidang,” katanya saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Coaching Fasilitator Bimbingan Pemantapan SDM PKH di Jakarta, Senin.

Mensos mengatakan peran Pendamping PKH tidak sekedar memastikan dana sampai ke rekening penerima bansos PKH. Tugas Pendamping PKH tidak hanya memastikan penggunaan dana untuk pendidikan dan gizi anak, serta melakukan pertemuan-pertemuan dengan penerima PKH sebagai kewajiban dalam Family Development System (FDS).

“Lebih dari itu, Pendamping PKH harus mampu melakukan akselerasi (percepatan, red), ada lompatan dan gebrakan dalam bekerja. Jangan puas hanya menjalankan tugas saja. Berikan motivasi dalam diri penerima PKH bahwa keterbatasan ekonomi bukan persoalan untuk maju. Saya ingin Pendamping PKH dapat membangkitkan semangat ibu-ibu PKH agar berani bermimpi tentang masa depan yang lebih baik untuk keluarganya,” katanya.

Idrus menyontohkan salah satu penerima PKH yang anaknya berprestasi dari Mamuju, Sulawesi Barat, yang bernama Hanapiah. Ia memiliki anak dengan segudang berprestasi adalah Cici Gunarsih. Perempuan kelahiran 11 Agustus 1998 ini merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Ruslan dan Hanapia yang tinggal di Tamasapi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat.

Cici yang juga hadir di tengah-tengah para Pendamping PKH ini merupakan salah satu kontestan Liga Dangdut (LIDA) Indonesia wakil Sulawesi Barat, pada kamis (15/3/2018). Ia tampil di group tiga dengan perolehan polling LIDA di urutan kedua (24,23%).

“Cici membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Berbagai prestasi yang berhasil ia raih merupakan bukti nyata bahwa tekad yang kuat, semangat, dan motivasi dalam diri seseorang dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk maju dan sukses,” ujar Mensos.

Idrus berharap ke depannya muncul anak-anak PKH yang lain yang berprestasi baik di bidang olah raga, kesenian, dan pendidikan. Ia juga menghimbau kepada seluruh SDM dan KPM PKH yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan dukungan untuk Cici.

 

*Apresiasi Pendamping PKH*
Mensos juga mengapresiasi peran SDM Pelaksana PKH yang pada tahun 2017 telah berkontribusi menyukseskan turunnya angka kemiskinan hingga 1,2 juta jiwa. Idrus menyebutkan pada September 2017 tercatat 26,58 juta penduduk miskin di Indonesia. Jumlah ini turun 1,2 juta dari jumlah penduduk miskin di Bulan Maret 2017 sebesar 26,78 juta.

“Kesuksesan penurunan angka kemiskinan ini tak lepas dari peran Pendamping PKH yang handal, militan, tangguh, tegar dan memiliki integritas dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Totalitas mereka dalam menjalankan tugas harus kita apresiasi,” kata Mensos disambut tepuk tangan ratusan SDM PKH.

Ia menyontohkan kiprah Agus, Pendamping PKH di Purwakarta. Ia merupakan Juara I Pendamping Berprestasi Tingkat Propinsi Jawa Barat, Inisiator pemberdayaan penanaman seribu pohon cabe untuk KPM se-Kabupaten Purwakarta, dan Inisiator pemberdayaan KPM PKH dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan.

“Di Bandar Lampung ada Ibu Tutik Agusrini yang mendampingi 258 KPM. Ia adalah Pendamping PKH yang memiliki 13 KUBE Binaan dengan 10 bidang usaha yang berbeda. Ini merupakan teladan yang luar biasa,” kata Idrus bersemangat.

Mensos juga menyebutkan tentang kiprah Pendamping Terbaik Kabupaten Sintang, Martayulita. Sehari-harinya ia bertugas sebagai Pendamping PKH di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi desa binaannya sangat jauh, medannya berbukit-bukit dan memerlukan waktu tempuh berjam-jam lamanya, berbagai risiko dihadapi termasuk saat warga setempat meragukan kehadiran dan kemampuannya dalam mendampingi KPM.

“Namun kendala itu tak menyurutkan langkahnya untuk mengabdikan diri pada negeri. Marta menggagas KUBE Mandiri di bidang perkebunan cabai di Bukit Kempas dan ia terlah berhasil mendorong ibu-ibu KPM PKH kini menjadi lebih berdaya,” ujarnya.

Ada pula, lanjutnya, Oktaris Ulandari yakni Pendamping PKH di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Ia menjadi inspirator bagi rekan-rekannya Pendamping PKH berkat keuletannya dalam mendedikasikan waktunya untuk KPM baik untuk pendidikan maupun kesehatan. Ia juga terlibat dalam pendampingan 8 KUBE di bidang peternakan, pertanian, koperasi simpan pinjam, dan sembako.

“Lalu di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, ada Evvan Periyanto yang merupakan Pendamping PKH Kecamatan Merapi Barat. Ia adalah Inisiator pendirian Perpustakaan untuk Anak-anak berbasis relawan dan Gerakan Berbagi Buku di Kabupaten Lahat. Ia terus berkiprah di bidang sosial dengan menyiapkan berdirinya Kampung Dongeng,” kata Idrus.

Mensos mengatakan dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo secara tegas meminta agar program prioritas nasional khususnya yang berada di bawah tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial dikawal dengan serius dan sungguh-sungguh. PKH menjadi salah satu dari 12 Program Unggulan Presiden Joko Widodo dan merupakan program nasional dengan 10 juta penerima manfaat pada tahun 2018.

Sebanyak 11 program lain yang juga menjadi program unggulan adalah Sertifikasi Tanah, Perhutanan Sosial, Penanggulangan Asap Sumatera dan Kalimantan, Elektrifikasi, Sejuta Rumah, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Start-Up, Dana Desa, Infrastruktur, Waduk dan Irigasi, dan Bank Wakaf Mikro. PKH termasuk dalam program unggulan katagori Program Perlindungan dan Jaminan Sosial yang di dalamnya juga terdapat Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat.

PKH, lanjutnya, merupakan komitmen dan janji Presiden terhadap rakyat agar dapat memberikan gizi yang baik untuk anak-anak dan bisa menyekolahkan anak-anak.

“Dan saya merasa bangga bahwa rekan-rekan Pendamping PKH yang kini telah mencapai 40.413 orang menjadi bagian dari upaya mewujudkan komitmen tersebut,” ujarnya.  Kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *